Dengan tema Gema Suara Langit: Mencari Muazin Masa Depan, event yang akan dilaksanakan mulai bulan depan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap syiar agama Islam dengan meningkatkan kemampuan mengumandangkan azan.
Koordinator Panitia Lomba Azan Fendy Hermansyah menuturkan, panitia JPRM membuka secara lebar pendaftaran lomba azan bagi pelajar SD/MI di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Lomba azan ini digelar, salah satunya untuk mendekatkan nilai keagamaan sejak dini kepada peserta didik.
’’Lewat lomba azan ini kami ingin menggali potensi anak-anak di Mojokerto Raya yang berbakat sebagai muazin cilik. Sehingga kami buka bagi jenjang SD/MI,’’ katanya, kemarin (16/2).
Pendaftaran peserta bisa dilakukan secara kolektif maupun perorangan. ”Yang jelas, lomba ini sifatnya individu, jadi jumlah peserta dari satu lembaga tidak dibatasi,’’ imbuhnya.
Terkait petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan lomba azan, nantinya peserta tampil berdasarkan nomor undian yang diambil saat technical meeting (TM).. ”Khusus dalam lomba ini, peserta bisa mengumandangkan azan untuk waktu salat, kecuali azan subuh,’’ terangnya.
Masing-masing peserta diberi waktu penampilan maksimal 5 menit. Mulai dari salam pembuka hingga salam penutup. ’’Saat tampil, peserta wajib mengenakan pakaian muslim yang rapi, sopan, dan menutup aurat. Disarankan seperti baju koko, peci, dan sarung atau celana panjang,’’ ungkap dia.
Selama tampil, nantinya peserta akan dinilai oleh dewan juri yang telah ditentukan panitia. Adapun penilaian dibagi dalam tiga poin utama. Di antaranya, aspek makhraj dan tajwid (ketepatan huruf, panjang-pendek lafal, dan kejelasan suara), aspek irama dan suara (keindahan irama, kejernihan suara, dan pengaturan napas), serta aspek adab dan penampilan (kerapian pakaian, ketenangan, dan kesopanan di atas panggung).
’’Untuk aspek makhraj dan tajwid dinilai dengan bobot 40 persen, kemudian dua aspek lainnya berkontribusi masing-masing 30 persen dari penilaian dewan juri,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah