Seperti yang diungkapkan Amalia. Pengunjung Sunrise Mall 2 Mojokerto asal Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini mengaku senang dengan digelarnya pameran lukisan tunggal karya Diak Eko.
Pameran ini memberikan pengalaman seni baru bagi dirinya dan generasi muda. ’’Saya juga baru kali ini lihat pameran tunggal. Di beberapa event pameran lainnya, yang saya kunjungi banyak pelukis dan dikemas jadi satu dalam event pameran,’’ katanya.
Dia merasa senang dapat merasakan langsung pengalaman melihat sekaligus menikmati karya pelukis di pameran tunggal. ’’Kalau bisa ya satu bulan sekali ada pamerannya, biar masyarakat juga ikut lihat-lihat,’’ imbuhnya.
Khafi, pengunjung asal Jombang lainnya sepakat pagelaran pameran diadakan secara rutin. Terlebih, waktu pameran bisa dilaksanakan di akhir pekan. ’’Biar banyak yang berkunjung dan menikmatinya. Kebetulan masyarakat banyak yang libur Sabtu dan Minggu, jadi pasti pengunjungnya lebih banyak,’’ bebernya.
Manajer Event dan Pengembangan Usaha Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) Arief Hikmawan menambahkan, pameran tunggal lukisan Diak Eko telah digelar selama dua pekan. Pameran yang menjadi bagian dari event Gen Art besutan JPRM ini telah berhasil menarik para pengunjung mal di akhir pekan dan selama libur Nataru.
Maraknya pengunjung di pameran tersebut dibarengi dengan pembelian sejumlah lukisan. Arief menyebut, dari total 30 lukisan karya Diak Eko, ada tiga karya yang terjual. Di antaranya lukisan wayang, sabung ayam, dan lukisan tokoh Gus Dur.
’’Lukisan Gus Dur laku dibeli warga Kota Mojokerto. Beberapa lukisan juga sempat ditawar pengunjung, seperti lukisan polisi, lukisan Presiden Prabowo Subianto, lukisan panen padi,’’ imbuhnya.
Secara resmi, event Gen Art dibuka langsung oleh Direktur JPRM M. Nur Kholis di Atrium Sunrise Mall 2 Mojokerto, sejak Rabu (17/12). Dibarengi dengan lomba mewarnai dan modern dance, event yang juga diikuti kalangan pelajar SD hingga SMP se-Mojokerto Raya ini akan berakhir Rabu (31/12) lusa. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah