Abad, wisatawan asal Thailand mengaku tampak kagum dan asyik menikmati lukisan yang digelar secara terbuka itu. Menurutnya, karya lukisan yang dipamerkan ini sangat unik, terutama lukisan bertema binatang. ’’Saya suka lukisan binatang dan kebetulan pas mampir ke mal ada lukisan. Saya datang ke sini untuk liburan sekaligus bekerja di Lamongan,’’ katanya.
Di sisi lain, mahasiswa Universitas Jember juga tampak menikmati puluhan lukisan yang beraliran surealisme tersebut. Abad menyatakan, digelarnya event tentu sebagai bentuk apresiasi dan pembelajaran baru bagi generasi muda. Sekaligus inspirasi bagi masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui seni dan kreativitas.
’’Dengan berkunjung ke pameran ini, mendorong kepercayaan dan kemampuan kita untuk berani berekspresi dan berpikir kritis, sekaligus mengajak saling berbagi pengetahuan dan wawasan di dunia seni,’’ ulas dia.
Di lain sisi, pameran tunggal Diak Eko ini berhasil menarik perhatian pengunjung mal saat akhir pekan. Maraknya pengunjung di pameran tersebut dibarengi dengan pembelian sejumlah lukisan.
Manajer Event dan Pengembangan Bisnis Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) Arief Hikmawan menyebutkan, dari total 30 lukisan karya Diak Eko, sudah ada tiga karya yang laku terjual. Masing-masing lukisan wayang, sabung ayam, dan tokoh Gus Dur. ’’Lukisan Gus Dur laku dibeli warga Kota Mojokerto. Beberapa lukisan juga sempat ditawar pengunjung, seperti lukisan polisi, lukisan Prabowo, dan lukisan panen padi,’’ imbuhnya.
Secara resmi, Gen Art dibuka langsung oleh Direktur JPRM M. Nur Kholis di Atrium Sunrise Mall 2 Mojokerto, Rabu (17/12) lalu. Dibarengi dengan pelaksanaan lomba mewarnai dan modern dance, event tersebut turut diikuti kalangan pelajar tingkat SD hingga SMP se-Mojokerto Raya. Sedianya event ini bakal berlangsung hingga 31 Desember mendatang. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah