KOTA - Puluhan karya lukisan Diak Eko yang dikemas dalam event Gen Art, tak sekadar jadi wisata seni dadakan bagi pengunjung Sunrise Mall 2 Mojokerto. Selama libur semester, Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, pameran yang diinisiasi Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi buah hati.
Pengunjung yang menilik pameran tak hanya dari kalangan dewasa. Banyak juga para pelajar yang datang didampingi orang tua. Mereka tampak menyaksikan sekaligus menikmati lukisan yang dipajang. ’’Event Gen Art ini bukan sekadar pameran karya saja, melainkan perayaan proses belajar dan refleksi kreatif anak-anak dalam memahami seni lukis,’’ kata Manajer Event dan Pengembangan Usaha JPRM Arief Hikmawan, kemarin (23/12).
Tak jarang pula, beberapa anak berswafoto dengan beberapa lukisan yang dipamerkan secara terbuka itu. Arief menuturkan, pameran tunggal karya Diak Eko ini dinilai menjadi wadah perayaan kreativitas anak-anak, khususnya Gen Z dan Alpha. Di mana, dari puluhan karya seni beraliran surealisme tersebut lahir dari imajinasi, keberanian, dan nilai kebebasan berekspresi.
”Melalui beragam tema lukisan surealisme karya Diak Eko ini, pengunjung termasuk anak-anak diajak melihat dunia dari perspektif yang jujur, segar, dan penuh warna,” terangnya. Ia menyatakan, digelarnya event ini diharapkan menjadi ajang apresiasi dan pembelajaran baru bagi generasi muda. Sekaligus inspirasi bagi masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui kreativitas di bidang seni.
’’Dengan berkunjung ke pameran, kami harap orang tua bisa mendorong kepercayaan dan kemampuan anak untuk berani berekspresi dan berpikir kritis serta mengajak mereka untuk bisa saling membagi pengetahuan kepada teman-temannya terkait wawasan di bidang seni,’’ ulas dia.
Di lain sisi, pameran tunggal Diak Eko ini berhasil menarik ratusan pengunjung saat akhir pekan dan selama liburan Nataru. Maraknya pengunjung dalam pameran tersebut dibarengi dengan pembelian sejumlah lukisan.
Arief menyebut, dari total 30 lukisan karya Diak Eko, sudah ada tiga karya yang sold out. Yakni, lukisan wayang, sabung ayam, dan tokoh Gus Dur. ’’Lukisan Gus Dur laku dibeli warga Kota Mojokerto. Beberapa lukisan juga sempat ditawar pengunjung, seperti lukisan polisi, lukisan Presiden Prabowo Subianto, dan lukisan panen padi,’’ imbuhnya.
Event Gen Art secara resmi dibuka langsung oleh Direktur JPRM M. Nur Kholis di Atrium Sunrise Mall 2 Mojokerto Rabu (17/12) lalu. Dibarengi dengan pelaksanaan lomba mewarnai dan modern dance, event tersebut juga turut diikuti kalangan pelajar tingkat SD dan SMP se-Mojokerto Raya. Acara ini bakal berlangsung hingga 31 Desember mendatang. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah