KABUPATEN - Penilaian karya inovasi terbaik dalam ajang East Java Inovative Education Summit (EJIES) 2025 dipastikan berlangsung ketat. Sebab, selain melibatkan juri internal, Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) juga akan menggandeng pakar pendidikan dari perguruan tinggi (PT) untuk melakukan penilaian.
Manajer Event dan Pengembangan Usaha JPRM Arief Hikmawan mengatakan, panitia mulai menyeleksi ratusan karya para pendidik dan tenaga kependidikan. Baik dari tingkat SMA, SMK, maupun SLB di Mojokerto Raya.
Dengan total 400 karya yang sudah terkumpul, bakal ada tiga juri yang terlibat dalam penilaian tersebut. ’’Jurinya dari internal Jawa Pos Radar Mojokerto sendiri, dan juga ada dari pakar pendidikan universitas,’’ katanya, kemarin.
Program besutan Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur itu diharapkan dapat mewadahi lingkup pendidikan atas karya kreativitas mereka. Arief menyebutkan, sistem penilaian karya ilmiah atau proposal peserta EJIES bakal berlangsung hingga 10 Juni mendatang. ’’Dari penilaian ini, nanti dari 10 besar karya terbaik ini hasilnya akan kita publikasi,’’ jelas dia.
Terkait inovasi yang diikutsertakan adalah inovasi yang telah diimplementasikan setidaknya dua bulan pada lingkup kerja masing-masing satuan pendidikan. Kemudian pengembangannya akan terus dilanjutkan hingga mencapai hasil yang dapat diukur secara jelas.
’’Inovasi ini juga dibuktikan dengan komitmen dari sekolah atau guru yang mendukung inovasi pendidikan dan bersedia mendokumentasikan proses inovasi yang diusulkan,’’ tuturnya.
Pengumuman hasil 10 besar terbaik inovasi dari setiap cabdindik akan ditampilkan pada 15 Juni. Pendaftaran dan pengumpulan proposal Ejies telah dibuka pada 3 Februari-15 Mei lalu. Selanjutnya, untuk coaching clinic dan penilaian akan dilakukan pada 13 Maret-15 Juli. Terakhir, 25 karya inovasi terbaik akan mengikuti showcase atau presentasi publik pada Agustus mendatang. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi