PARA perupa yang tergabung dalam komunitas Sungging Adi Linuwih (SAL) unjuk keahlian pada hari terakhir kegiatan Festival Seni, kemarin (19/2). Aksi mereka menciptakan magnet tersendiri bagi pengunjung Pasar Semeru, Kota Mojokerto.
Buktinya, sejumlah siswa SMAN 2 Mojokerto ikut menyaksikan dan nimbrung dalam event besutan Jawa Pos Radar Mojokerto tersebut. Ketua Panitia Festival Seni Arief Hikmawan mengatakan, melukis OTS dilakukan oleh belasan perupa komunitas SAL. ’’Kita sangat senang, masyarakat banyak yang tertarik dengan karya seni. Mereka antusias sekali melihat para perupa bermain dengan kanvasnya,’’ kata dia.
Selain melukis OTS, hari pertama event rangkaian HUT JPRM ke-24 telah diawali dengan lomba mewarnai yang diikuti 100 siswa SD se-Kota Mojokerto. Itu juga dibarengi dengan opening Pasar Semeru. ’’Masyarakat juga bisa melihat beragam karya seni rupa yang disajikan oleh perupa SAL,’’ paparnya.
Hari kedua pelaksanaan OTS, diisi dengan kegiatan senam bersama. Ini diikuti puluhan emak-emak yang merupakan warga sekitar. ’’Ini juga menjadi upaya kita mengenalkan Pasar Semeru ke masyarakat sekitar sebagai ikon baru Kota Mojokerto,’’ beber manajer event JPRM ini.
Pada hari ketiga, pelaksanaan event Festival Seni diisi dengan pelatihan workshop kain perca. Pemeriksaan kesehatan juga turut menyemarakkan kegiatan tersebut. Belasan guru seni SMP se-Kota Mojokerto menjadi peserta dalam kegiatan workshop yang dipaparkan oleh perupa dari komunitas Sungging Adi Linuwih (SAL). ’’Ini untuk mengenalkan para guru seni ini dengan karya dari kain perca bisa bernilai ekonomis juga,’’ paparnya. Dengan demikian, tuntas sudah rangkaian acara Festival Seni yang dibuka sejak Sabtu (15/2) lalu. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi