HARI ini, Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) kembali menyelenggarakan event Durian Runtuh #2. Agenda yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Anniversary ke-24 JPRM dan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025 ini bakal menyajikan berbagai varian durian khas Mojokerto.
Koordinator Event Durian Runtuh #2 Khudori mengungkapkan, panitia telah menyiapkan beraneka hasil perkebunan durian asli Mojokerto. Terdapat ratusan buah durian yang dibudidayakan oleh petani lokal dari sejumlah desa penghasil durian. ’’Selain menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 JPMR, kegiatan Durian Runtuh ini juga bertujuan untuk mengangkat potensi durian khas dari Mojokerto ,’’ ungkapnya.
Upaya tersebut juga selaras dengan tema HPN 2025 yang bertajuk Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa. Diharapkan, event Durian Runtuh yang diinisiasi sejak tahun lalu ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, utamanya bagi petani maupun pembudidaya durian di Mojokerto. ’’Semua durian yang kami sajikan dalam Durian Runtuh dipetik langsung oleh petani dari sejumlah desa di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya.
Salah satunya dari Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Terdapat beberapa produk unggulan mulai dari jenis durian Semar, Gareng, Petruk, dan Apel. Termasuk jenis durian Teng yang dinilai masyarakat setempat sebagai pohon durian yang diwariskan secara turun temurun di pegunungan Anjasmoro.
Tak ketinggalan, durian asli dari Kecamatan Trawas juga disajikan dalam event Durian Runtuh jilid dua ini. Antara lain, produk unggulan dari Desa Duyung yang dikenal sebagai kampung durian. Dari perkebunan di lereng Gunung Penanggungan ini menyuguhkan durian Mrico, Matahari, dan jenis durian lokal premium lainnya. ’’Selain itu, ada juga terdapat durian yang dipanen dari wilayah Kecamatan Jatirejo,’’ imbuhnya.
Agenda Durian Runtuh #2 digelar pagi ini di halaman kantor JPRM, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Event ini turut menghadirkan jajaran dari Forkopimda Mojokerto Raya dan tamu undangan lainnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi