Sungging Adi Linuwih #10
Event pameran lukisan besutan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) bersama Sungging Adi Linuwih (SAL) bakal diikuti perupa dari berbagai daerah. Sebanyak 20 perupa dalam event ini siap menyuguhkan karya terbaik mereka.
Manajer Event dan Pengembangan Bisnis JPRM Arief Hikmawan mengatakan, event ini menjadi momen pertama yang digelar JPRM di tahun 2025. SAL jilid 10 tersebut diikuti perupa asal Sidoarjo, Jombang, Surabaya, Gresik, Kediri, Blitar, bahkan Jakarta. ’’Perupanya rata-rata dari daerah di Jawa Timur, tapi ada juga yang jauh dari Jakarta dan ingin berpartisipasi dalam event ini,’’ paparnya, kemarin (1/1).
Kemarin puluhan karya para peserta dari berbagai kota itu telah dikirimkan ke sekretariat panitia SAL atau kantor JPRM. Arief mengungkapkan, sebelumnya pameran pertama hingga ke-9 telah digelar di kawasan Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Kali ini, pameran tersebut mengambil lokasi di Island Sunrise Mall, Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto. ’’Pelaksanaan event akan dimulai pada 5 hingga 7 Januari 2025 nanti,’’ tambahnya.
Pameran karya dengan tema Beginning or End tersebut bakal menjadi puncak keseriusan SAL di dunia seni rupa. Adapun 20 perupa yang bergabung didominasi para pelukis junior. ’’Tak hanya pameran, pagelaran ini juga akan diisi dengan workshop dan melukis (OTS),’’ bebernya. Arief memastikan, pameran kali ini akan dibuka langsung Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro. Sedangkan di hari terakhir pameran, sedianya bakal ada workshop tentang karya kain perca menjadi sebuah karya dalam pigura.
Hal tersebut dipastikan akan menjadi acara yang berbeda di pameran-pameran sebelumnya. ’’Pameran ini akan dibuka Mas Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro. Harapannya, semoga event ini bisa menambah pengalaman masyarakat dan kepedulian akan karya seni,” tandas Arief. Terselenggaranya Pameran SAL #10 kali ini juga mendapat dukungan dari pecinta seni rupa dan beberapa pihak. Seperti Yayasan Tri Jaya Mukti, Bank Jatim, Kitoshindo, Sunrise Mall, Indomaret, dan Millenials. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi