Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dipicu Pasokan Telat, Pembelian Solar di Mojokerto Dibatasi

Rizal Amrulloh • Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:57 WIB

 

ANTREAN kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Mojokerto masih terjadi hingga kemarin (26/6). Karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi telat, akibatnya jatah pembelian dibatasi. (Rizal JPRM)
ANTREAN kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Mojokerto masih terjadi hingga kemarin (26/6). Karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi telat, akibatnya jatah pembelian dibatasi. (Rizal JPRM) 

ANTREAN kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Mojokerto masih terjadi hingga kemarin (26/6). Karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi telat, akibatnya jatah pembelian dibatasi. 

Pembatasan pembelian antara lain diterapkan di SPBU 54.613.11 di Jalan Raya Ngranggon, Kecamatan Bangsal. Sejak kedatangan pengiriman BBM subsidi kemarin pagi, kendaraan yang didominasi truk besar langsung berdatangan untuk memburu solar atau Biosolar. Akibatnya, terjadi antrean panjang hingga mengular ke jalan raya. 

’’Untuk hari ini (kemarin, Red) stok ada, pagi baru datang. Kalau terjadi antrean ini karena beberapa SPBU banyak yang kehabisan, makanya banyak yang membeli di sini,’’ ungkap Alil, pengawas SPBU Ngranggon.

Selain itu, penumpukan kendaraan bermotor juga terjadi pada pengguna Pertalite. Sebab, kata Alil, dua jenis BBM subsidi ini mengalami keterlambatan pengiriman dalam kurun dua hari terakhir. ’’Ada ketelatan pengiriman untuk Biosolar dan Pertalite,’’ ulasnya. 

Dia mengatakan, SPBU hanya mendapatkan kuota sebanyak 8 kiloliter (kl) untuk Biosolar. Sementara Pertalite dialokasikan sejumlah 16 kl dalam sekali pengiriman. Karena stok terbatas, khusus untuk Biosolar dilakukan pembatasan pembelian. Setiap pengguna hanya dijatah maksimal pembelian Rp 500 ribu atau sekitar 73 liter. ’’Supaya terjangkau kepada semua konsumen, jadi biar merata,’’ tandas dia. 

Sedianya, lanjut Alil, SPBU telah melakukan pemesanan untuk pengiriman BBM setiap hari. Namun, hingga stok Biosolar dan Pertalite habis, pihaknya belum mendapatkan pengiriman. ’’SPBU tiap hari DO (delivery order), tapi ya pengirimannya yang telat, kalau sesuai dengan pesanan dan tiap hari datang insya Allah lancar,’’ paparnya. 

Sementara itu, pengguna kendaraan mengeluh masih kesulitan untuk mendapatkan solar. Khoirul Adim, sopir truk mengaku telah bolak-balik ke beberapa SPBU di wilayah Kabupaten Mojokerto namun hasilnya nihil. ’’Sudah ke beberapa SPBU tapi banyak yang kosong, kebetulan di sini (SPBU Ngranggon, Red) ada meski pun antre,’’ timpalnya. 

Panjangnya ekor antrean membuatnya terpaksa mengantre lebih dari satu jam. Kondisi tersebut, ulas Khoirul berdampak terhadap keterlambatan pengiriman material ke pemesan. ’’Ketika muatan ada, malah solar yang nggak ada. Harapannya agar solar kembali normal dan kami sebagai sopir bisa bekerja dengan lancar,’’ harap dia. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#bbm subsidi mojokerto #spbu kehabisan stok #bbm subsidi langka #pasokan BBM