Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Pendampingan SIINAS
KABUPATEN - Sentra konveksi di Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mampu menumbuhkan ekonomi di tengah masyarakat. Berlangsung turun temurun, industri kecil menengah (IKM) ini bahkan dibanjiri pesanan seragam sekolah dari Kalimantan hingga Papua. Sebagai dukungan konkret, Disperindag Kabupaten Mojokerto gencar melakukan pendampingan dan pendataan kepada perajin melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).
Sesuai data, setidaknya ada lima pelaku IKM konveksi. Masing-masing mereka mampu mempekerjakan 5-10 orang warga sekitar. ’’Sekarang IKM-IKM kita bahkan melayani pesanan seragam sekolahan dari luar pulai mulai dari Kalimantan sampai Papua,’’ ungkap Kades Banjarsari Subagiyo saat mendampingi disperindag melakukan pembinaan.
Disebutkannya usaha ini rata-rata meneruskan usaha orang tua. Contoh ada konveksi tiga dara, itu artinya terang Subagiyo, tiga bersaudara meneruskan usaha orang tuanya sejak tahun 2009. ’’Dan Alhamdulillah kapasitas hasil produksi IKM konveksi di Desa Banjarsari ini tembus 500 sampai 1.000 stel seragam sekolah,’’ tegasnya.
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Noerhono, mengatakan pemerintah dipastikan tidak tutup mata atas pengembangan produk IKM di bumi Majapahit. Salah satunya untuk penyebarluasan informasi sentra konveksi di Desa Banjarsari, Jetis. Sebagai pendukung, disperindag gencar melakukan pendampingan dan pendataan kepada perajin melalui SIINAS.
Program ini selain untuk mempermudah pelaporan industri, juga mendukung proses perizinan yang terintegrasi dengan OSS. ’’Upaya ini bagian dari langkah pemerintah hadir dan mendukung pelaku IKM naik kelas dan berdaya saing global,’’ ungkapnya.
Tak sekadar itu, melalui SIINAS, pelaku IKM bisa dengan mudah mendapatkan bimbingan teknis pelatihan dan informasi fasilitas akses kebijakan industri. ’’Harapan kami ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto ini mampu berkembang dan memperluas peluang di pasar lebih luas,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah