PERUM Bulog Kantor Cabang Mojokerto menyalurkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 3,1 juta kilogram (kg) lebih dan 626.052 liter minyak goreng (migor) kepada masyarakat ekonomi kurang mampu, kemarin (2/4). Bantuan disalurkan kepada 156.513 penerima bantuan pangan (PBP) untuk jatah dua bulan, Februari dan Maret.
Angka tersebut naik dua kali lipat jika dibandingkan sasaran tahun sebelumnya yang berada di angka 85.798 PBP. Secara simbolis, penyaluran dilakukan Bupati Muhammad Albarraa bersama Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin dan perwakilan Forkopimda Kabupaten Mojokerto. Ada Kejari, Polres Mojokerto, Polres Mojokerto Kota, Kodim 0815 Mojokerto, di Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal.
’’Program bantuan pangan ini dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan, penguatan cadangan pangan pemerintah dan stabilisasi pasokan dan harga pangan,’’ ungkap Muhammad Husin.
Penyaluran ini bagian dari penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang secara nasional 33.244.408 penerima, 156.513 di antaranya menyasar Kabupaten Mojokerto dengan 18 kecamatan. Setiap penerima mendapatkan per alokasi 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. ’’Sehingga total yang akan diterima adalah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk jatah dua bulan Februari dan Maret,’’ jelasnya.
Dengan demikian, lanjut Husin, dari 156.513 PBP, Bulog kini bakal menyalurkan 3.130.260 kilogram atau 3.130 ton lebih cadangan beras pemerintah. Termasuk 626.052 liter migor kepada masyarakat kurang mampu. ’’Sumber data PBP menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, sasaran bantuan pangan beras tahun 2026 ini memang meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya menyasar 85.798 penerima. Sementara tahun ini mencapai 156.513 penerima.
’’Prinsip penyaluran bantuan beras dan minyak ini, bagian dari menstabilkan kondisi perekonomian di daerah, termasuk harga kebutuhan pokok agar tidak melonjak tinggi,’’ ungkapnya.
Sebab, hemat Gus Barra, jika terjadi inflasi, kondisi itu akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat, tak terkecuali kaitannya dengan daya beli. Apalagi seiring dengan kondisi geopolitik dunia yang kian tegang membuat pemerintah harus melakukan langkah strategis. ’’Artinya ini sekaligus memastikan pengaman sosial dan pangan untuk masyarakat rentan dan prasejahtera,’’ tegasnya.
Gus Bupati berharap, penyaluran alokasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur keluarga, tetapi juga meminimalkan dampak dari fluktuasi harga di pasaran. Seiring beras dan migor jadi kebutuhan pokok masyarakat.
Di samping itu, pemda berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan pangan daerah. Berbagai program juga terus didorong, seperti pemberdayaan petani, peningkatan kualitas produksi pertanian, stabilisasi pasokan dan harga pangan. Termasuk perluasan akses masyarakat terhadap sumber pangan yang terjangkau.
’’Bantuan hari ini adalah bagian dari rangkaian besar ikhtiar kita untuk memastikan seluruh warga Kabupaten Mojokerto dapat hidup lebih layak, sehat, dan sejahtera,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah