KABUPATEN - Warga memetik cabai di ladang sewa milik Perhutani di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, kemarin (3/3). Meski harga cabai masih melambung tinggi di pasaran, namun petani cabai di kawasan utara Sungai Brantas ini mengaku tidak mendapat penghasilan yang maksimal.
Siswanto, petani setempat menuturkan, panen cabai kali ini memang tidak maksimal. Hal itu, lebih disebabkan oleh rusaknya pohon cabai yang berdampak pada kualitas buah cabai. ”Rata-rata cabai mengalami keriput hingga rontok. Tak hanya itu, buah yang biasanya lebat di musim buah juga tidak maksimal,” ungkapnya.
Kondisi ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi, sehingga kadar air semakin banyak pada pohon cabai. Dengan demikian, karena panen tidak maksimal sehingga pasokan cabai di pasaran juga berkurang. ”Mungkin itu yang menyebabkan harga di pasar melambung tinggi hingga Rp100 ribu per kilogram,” tandasnya. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah