Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Riduwan mengatakan, jelang Ramadan stabilisasi harga kebutuhan pokok di bumi Majapahit menjadi fokus pemerintah daerah (pemda).
Dengan demikian, program gerakan pangan murah kepada masyarakat ini terus digeber. ’’Stabilisasi harga salah satunya kita lakukan dengan gerakan pangan murah di kecamatan-kecamatan,’’ ungkapnya, kemarin (13/2).
Menggandeng berbagai pihak, pemda menjual kebutuhan dengan harga murah, termasuk untuk menghadapi jelang Hari Beras Keagamaan Nasional (HBKN). ’’Selain stabilisasi pasokan dan harga pangan, ini bagian dari upaya pemerintah mengendalikan inflasi daerah,’’ tegasnya.
Pangan murah yang langsung menyentuh masyarakat ini direspons antusias masyarakat. Sebagian besar komoditas yang dijual pun habis. Gula pasir yang dijual PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Gempolkrep, misalnya. Dari 200 kilogram yang disiapkan, seluruhnya dibeli masyarakat dengan harga Rp 14.500 per kilogram.
Minyak Kita sebanyak 35 dus yang dibawa Bulog dengan harga Rp 31 ribu per 2 liter juga habis tak tersisa. ’’Beras SPHP-nya sejumlah 2 ton terjual habis. Termasuk kemasan premium Sawah Hijau 74 pak kemasan 5 kilogram juga laku. Begitu juga dengan puluhan kilogram telur ayam ras yang dibawa juga banyak diserbu masyarakat,’’ tandasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah