Cabai di Kota Mojokerto Tembus Rp 74 Ribu Per Kilogram

Martda Vadetya • Dipublikasikan Kamis, 12 Februari 2026 | 08:55 WIB

 

INSPEKSI: Petugas gabungan mengecek ketersediaan bapokting di salah satu pasar modern di Kota Mojokerto, Selasa (10/2).
INSPEKSI: Petugas gabungan mengecek ketersediaan bapokting di salah satu pasar modern di Kota Mojokerto, Selasa (10/2).
 

Satgas Pangan Sidak Pasar Jelang Ramadan 

KOTA - Kenaikan harga cabai rawit kembali bikin pedas kantong warga. Dalam sidak jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Mojokerto Kota mendapati harga cabai rawit menembus Rp 74 ribu per kilogram di Pasar Tanjung Anyar, Selasa (10/2). 

Sidak dilakukan bersama Diskopukmperindag Kota Mojokerto dan Bulog Mojokerto. Dua titik disasar, yakni Superindo Jalan Bhayangkara dan Pasar Tanjung Anyar.

’’Sidak kami lakukan untuk memberi kepastian kepada masyarakat mengenai stabilitas harga dan stok bapokting (bahan pokok dan penting) menjelang Ramadan,’’ kata Kanit IV Pidek Satreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Samsul Arifin. 

Di pasar tradisional, harga cabai rawit terpantau naik dari sebelumnya Rp 69 ribu menjadi Rp 74 ribu per kilogram. Kenaikan disebut berlangsung bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Samsul, lonjakan harga dipicu anjloknya hasil panen akibat curah hujan tinggi. Produksi berkurang, pasokan menipis, harga pun terdongkrak. 

Meski demikian, ia memastikan harga bapokting lainnya relatif stabil dan stok dinilai aman untuk kebutuhan selama Ramadan. Satgas Pangan juga menegaskan pengawasan akan diperketat, termasuk penerapan harga eceran tertinggi (HET) guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga.

’’Kami akan terus melakukan pemantauan berkala untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan nanti,’’ tegasnya. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
harga sembako harga cabai polres mojokerto kota Satgas Pangan Mojokerto bahan pokok