RATUSAN warga memadati stand pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Mojokerto berkolaborasi dengan Perum Bulog Kancab Mojokerto, di Bundaran Pacet, Minggu (21/9) sore. Tidak hanya kalangan ibu-ibu, ratusan warga termasuk bapak-bapak juga turut antre, komoditas yang paling diburu di antaranya minyak kita, telur, bumbu dapur dan beras SPHP habis dalam waktu singkat.
Pasar murah yang digelar sebagai upaya pengendalian inflasi dan ketahanan pangan Jawa Timur ini menyediakan sembako murah di bawah harga pasar yang meliputi, beras SPHP kemasan 5 kilogram (kg) seharga Rp 55.000 dan Rp 11 ribu/kg. Beras medium kemasan 5 kg seharga Rp 65 ribu atau 13 ribu per/kg, beras premium kemasan 5 kg Rp 70 ribu atau Rp 14 ribu/kg.
Kemudian, bawang putih Rp 6.000/250 gram, bawang merah Rp 7.000/250 gram, gula pasir Rp 14.000, minyakkita Rp 13.000 kemasan 1 liter, telur ayam Rp 22 ribu, daging ayam Rp 33 ribu/Kg dan sejumlah produk UMKM Kabupaten Mojokerto yang dijual dengan harga murah.
’’Tak sekadar meringankan beban masyarakat, pasar murah yang digelar di ruang publik tersebut sekaligus sebagai media bertemunya warga antara satu sama lain. Masyarakat juga senang dengan adanya penjualan bahan pangan dengan harga terjangkau tersebut,’’ ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Bahwa beras SPHP HET-nya Rp 12.500 per kg, dalam pasar murah ini dijual dengan harga Rp 11 ribu per kg. Pada momen ini Perum BULOG Kancab Mojokerto menyediakan beras SPHP sebanyak 7 ton. Lalu telur harga pasar Rp 27-30 ribu per kilogram dijual lebih murah hanya Rp 22 ribu. Kemudian, Minyakkita HET Rp 15.700 dijual hanya Rp 13 ribu per liter. ’’Yang paling mahal saat ini di pasaran adalah daging ayam yang dijual Rp 42 ribu, disini seharga Rp 33 ribu,’’´tegasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, warga antusias dengan digelarnya pasar murah tersebut,Gubernur Jawa Timur Khofifah dan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa juga sempat membagikan beras dan telur gratis untuk warga yang kurang mampu di lokasi pasar murah.
Ruhani salah satu warga mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan digelarnya pasar murah. ’’Kami berharap pemerintah daerah maupun provinsi rutin menggelar acara serupa di kemudian hari,’’ ucap wanita penjual nasi pecel di kawasan wisata Pacet tersebut. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi