Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Stabilisasi Bahan Pokok di Kabupaten Mojokerto Diperluas

Khudori Aliandu • Rabu, 7 Mei 2025 | 15:10 WIB

KENDALIKAN HARGA: Pasar murah yang digelar disperindag di kantor Kecamatan Puri bertujuan untuk stabilisasi harga sekaligus pengendalian inflasi daerah, kemarin (6/5).
KENDALIKAN HARGA: Pasar murah yang digelar disperindag di kantor Kecamatan Puri bertujuan untuk stabilisasi harga sekaligus pengendalian inflasi daerah, kemarin (6/5).
 

Gula dan Migor Dijual Lebih Murah

 KABUPATEN - Pemkab Mojokerto memperluas program operasi pasar murah sebagai langkah stabilisasi harga dan menekan laju inflasi daerah. Kemarin, (6/5), penjualan bahan pokok (bapok) dengan harga murah ini dipusatkan di kantor Kecamatan Puri.

 Plt Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah mengatakan, stabilisasi harga kebutuhan pokok belakangan ini tetap menjadi atensi pemkab. Bahkan, pasar murah yang termasuk menjadi program 100 hari kerja Bupati Muhammad Albarraa dan Wabup M. Rizal Oktavian, targetnya semakin diperluas.

 ’’Pasar murah yang kita gelar ini tidak berpacu di kawasan pasar saja, kita perluas di setiap wilayah di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya. Seperti dalam pelaksanaan kemarin, pemkab menggelar pasar murah di kantor Kecamatan Puri. Dari sebelumnya digulirkan di kantor Kecamatan Pungging. Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut Hari Jadi ke-732 Pemkab Mojokerto. 

Menurut Iwan, perluasan pasar murah dengan menjual bapok tersebut sebagai upaya pemda melakukan stabilisasi harga di pasaran agar tidak melambung. ’’Tentunya, melalui pasar murah ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman. Termasuk harga-harga yang kita jual lebih murah. Sekaligus sebagai upaya kami dalam melakukan pengendalian inflasi daerah,’’ jelasnya.

 Perluasan pasar murah tersebut langsung direspons masyarakat yang antusias berbelanja. Sebagian besar komoditas yang dijual habis dalam waktu sekejap. Gula pasir misalnya, dari 346  kilogram (kg) yang disediakan dengan harga jual Rp 15 ribu dan Rp 16 ribu per kg, langsung jadi buruan ibu-ibu. Termasuk minyak goreng (migor) yang dijual lebih murah dari harga pasar, yakni Rp 15 ribu per liter. 

Migor yang disiapkan tercatat mencapai 360 liter, semua terjual tak tersisa. Termasuk puluhan pack migor kelas premium. ’’Juga ada telur, ayam, bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit, kita sediakan dengan harga lebih murah dari pasaran,’’ paparnya. 

Di sisi lain, intervensi harga bapok dilakukan melalui program warung pengendalian inflasi dan penggunaan produk dalam negeri (Wulandari) di sejumlah pasar yang dikelola disperindag. Berkolaborasi dengan pihak terkait, seperti Bulog. ”Dengan harapan menjaga bapok di tengah masyarakat tetap aman,” pungkas Iwan. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pasar murah #Pemkab Mojokerto #stabilisasi harga bahan pokok #operasi pasar (OP) #bahan pokok