Frugal living dikenal sebagai istilah tren masa kini untuk prinsip hidup lebih bijaksana. Frugal yang berarti hemat dan living bermakna hidup memuat definisi frugal living sebagai penerapan gaya hidup yang mengutamakan pengeluaran pada hal-hal penting dan lebih bijaksana dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran guna menghindari pemborosan. Bukan pelit, frugal living menerapkan gaya ihidup sederhana dan tepat guna.
Istilah ini begitu marak digunakan pada masa sekarang. Banyak anak-anak muda bahkan tokoh-tokoh terkenal yang menerapkan frugal living, salah satunya adalah Raditya Dika seorang penulis dan komika Indonesia. Frugal living dapat dijadikan strategi masa kini guna menghindari pemborosan dan mengurangi sifat konsumtif berlebihan.
Dilansir dari beberapa sumber menyebut bahwa sejarah kemunculan tercetusnya istilah frugal living berawal dari gerakan Financial Independence Retire Early (FIRE) di Amerika Serikat tahun 1992.
FIRE kemudian berkembang dan semakin populer pada 2007-2008 akibat terjadinya krisis keuangan saat itu. Inilah yang membentuk tren frugal living dikenal lebih luas.
Lahir dalam situasi terdesak dan hidup dalam kecemasan, frugal living menjadi pilihan tepat untuk membentuk pola hidup lebih positif dengan pengaturan kebutuhan yang lebih selektif dan efektif. Kemampuan pengelolaan keuangan lebih bijak, lebih hemat, dan mengurangi menjadi tujuan hidup dengan konsep frugal living. Menarik bukan?
Pembentukan gaya hidup frugal living menjadi semakin diminati tatkala bisa memahami beragam kelebihan penerapan frugal living dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kelebihan penerapan gaya hidup frugal living adalah sebagai berikut:
1. Kebebasan finansial di masa mendatang
Saat menerapkan frugal living, seseorang akan lebih cenderung menyisihkan sebagian pendapatannya untuk menabung dan sisanya untuk bertahan hidup.
Maka tak heran jika konsep hidup ini menjamin kebebasan secara finansial di masa mendatang.
2. Hidup tanpa hutang
Frugal living membuat seseorang hanya akan mengeluarkan uang untuk hal-hal penting. Secara tidak langsung seorang penganut frugal living tidak akan menggunakan uang mereka untuk memenuhi gaya hidup yang tidak ada habisnya.
3. Langkah pembentukan kreativitas
Peningkatan kreativitas seseorang juga bisa dilihat ketika gaya hidup frugal living ini diterapkan. Pasalnya, seseorang cenderung memanfaatkan barang yang ada untuk didaur ulang daripada membeli lagi barang baru.
4. Lebih hemat
Penerapan frugal living tentu menjadikan seseorang lebih cermat dalam hal keuangan. Misalnya ketika berbelanja, harga lebih murah akan menjadi pilihan bagi mereka.
Tak peduli pada gengsi, seorang yang menerapkan gaya hidup ini akan mencari harga relatif murah dengan kualitas yang sama baiknya untuk dikonsumsi sehari-hari.
5. Lebih sehat
Terlihat tak ada hubungan antara pola hidup lebih sehat dengan konsep frugal living. Nyatanya, seorang frugal living akan lebih memilih memasak daripada membeli jajanan atau makanan siap saji (fast food). Jadi, seorang penganut frugal living juga sebenarnya memiliki gaya hidup lebih sehat loh!
Saat ingin memulai gaya hidup frugal living, biasanya hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali frugal living. Jangan sampai salah persepsi dengan mengartikan bahwa frugal living akan mengorbankan kebutuhan dan hidup dengan keterbatasan.
Frugal living justru membuat seseorang lebih cermat dalam mengelola keuangan dan mempertimbangkan hal-hal penting dalam hidupnya. Dalam penerapannya, kegiatan seperti traveling, liburan, menambah koleksi tas, dan makan di restoran masih bisa diwujudkan, hanya saja tetap memiliki porsinya sendiri.
Baca Juga: 8 Kepribadian Bagi Orang yang Mencintai Alam, Adakah Temanmu Salah Satunya?
Tahap setelah mengenali frugal living, cobalah mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan, menentukan anggaran, analisa kebutuhan, mempertimbangkan dan menganggarkan uang untuk memenuhi keinginan, menghindari perilaku konsumtif berlebih, serta menabung dan berinvestasi.
Editor : Imron Arlado