Penyidik Masih Interogasi, Tersangka Pilih Bungkam
KOTA – Motif Sudarwo alias Jarwo, 38, yang tega menghabisi nyawa temannya sendiri, Abid Yuliandi Muyafa, 38, hingga kini masih menjadi teka-teki. Termasuk bagi keluarga korban yang penasaran dengan latarbelakang Jarwo membunuh Abid dengan sadis.
Sebab, pihak keluarga selama ini tidak mengetahui sepak terjang dan hubungan antara pelaku dengan korban. Hingga akhirnya nyawa Abid melayang dan baru ditemukan tiga hari pasca dibunuh di kebun jeruk Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Sabtu (2/11) lalu.
’’Kami minta motif pelaku yang sebenarnya itu apa,’’ terang kuasa hukum keluarga Abid, Christian Yudha Hariyanto, kemarin (21/12). Keluarga baru mengetahui jika korban berteman dengan pelaku berdasarkan keterangan para tetangga. Yang mana, pemuda berkawan ini sering keluar bersama. Salah satunya untuk mabuk-mabukan.
Namun, akhir-akhir ini Abid merasa Jarwo kerap menggodanya saat mabuk, yakni ditinggal begitu saja di lokasi. Sehingga Abid yang tidak memiliki motor harus pulang ke rumah jalan kaki. Cerita tersebut diketahui pihak keluarga berdasarkan kesaksian salah satu tetangga dua hari sebelum korban menghilang.
’’Korban ini kan tidak punya motor. Sehingga saat keluar, pakai motor Jarwo. Kok sampai tega membunuh temannya sendiri dengan sesadis itu,’’ imbuhnya. Tidak sekadar mengungkap motif, Yudha juga berharap penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota bisa menghukum tersangka dengan seberat-beratnya. Termasuk jika ada pelaku lain yang turut membantu tersangka melewati pelarian selama sebulan belakangan. ’’Jika ada pelaku lain mohon segera juga ditangkap baik itu tersangka langsung atau yang membantu pelarian,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudy Zaeni belum bisa memberikan keterangan resmi seputar motif pelaku. Selain masih dalam proses penyidikan, pelaku juga sulit diinterogasi pasca diringkus di Jalan Padasuka, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.
Akan tetapi, meminta waktu selama beberapa hari ke depan untuk bisa membongkar latar belakang di balik peristiwa sadis tersebut. ’’Masih dimintai keterangan. Selama ini belum mau ngomong banyak. Mohon tunggu sampai proses penyidikan selesai,’’ tandasnya.
Sebelum ditangkap, Sudarwo sempat melarikan diri ke sejumlah daerah. Seperti Surabaya, Kendal, Subang, Tangerang, dan Bandung. Dalam pelariannya, pelaku berjualan cilok keliling, jadi kuli bangunan, tukang parkir, mengamen, hingga berjualan roti. Pelaku tega menghabisi nyawa korban setelah mengajaknya bermabuk-mabukan.
Rabu (30/12) malam, Jarwo menjemput korban di rumahnya. Ia datang menggunakan motor Honda Supra X 125 warna hitam tanpa nopol miliknya. Dua pria bujang yang berkawan itu kemudian menenggak minuman keras (miras) di sebuah warung di Jalan Benteng Pancasila (Benpas) sampai dini hari.
Korban lantas diajak keliling mencari minum lagi hingga di kawasan Jalan Ir. Soekarno lalu dibunuh menggunakan sebilah pisau komando sepanjang 30 sentimeter yang ditusukkan beberapa kali ke perut korban sampai tewas. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi