Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jelang Natal, Harga Telur Melambung

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 10 Desember 2024 | 14:00 WIB
TERKEREK: Pedagang telur ayam di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, melayani pembelinya, kemarin.
TERKEREK: Pedagang telur ayam di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, melayani pembelinya, kemarin.

 KOTA - Dua pekan menjelang momen Natal dan tahun baru, sejumlah harga bahan pokok mulai melambung. Salah satunya komoditas telur ayam yang mengalami lonjakan Rp 3 ribu per kilogram (kg) sejak akhir pekan lalu. Selain momen Natal, kenaikan harga juga dipengaruhi faktor cuaca.

Tren kenaikan harga telur ayam terpantau di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kemarin (9/12). Harga eceran telur ayam ras di kios milik Piter, salah satu pedagang misalnya, dijual Rp 28 ribu per kg. Meski terbilang masih harga wajar, kondisi tersebut mengalami kenaikan cukup drastis dibanding pekan lalu.

Menurut Piter, lonjakan harga terpantau sejak Sabtu (7/12). Dari yang semula Rp 25 ribu per kg, harganya bertahap merangkak naik hingga akhirnya mencapai kondisi saat ini. ’’Jadi baru tiga hari terakhir naiknya,’’ kata pria 50 tahun itu.

Selama ini dirinya dan banyak pedagang lain mendapat pasokan telur dari Pare, Kediri, serta kawasan Blitar. Kenaikan harga terjadi sejak dari peternak dengan harga awal di kisaran Rp 26.500 per kg. ’’Jadi kita pengecer ya mengikuti perubahan harga saja,’’ kata pemilik kios di kawasan timur pasar tersebut.

Piter menyebut setidaknya dua faktor menyebabkan harga telur melambung. Momen jelang Hari Raya Natal menurutnya yang signifikan. Sebab, saat ini banyak telur yang dikirim ke luar Pulau Jawa. ’’Di luar Jawa kan harganya lebih mahal, yang di sini mengikuti jadi ikut naik,’’ ujarnya.

Selain soal pasokan, produksi telur juga terganggu karena belakangan disebut banyak ayam petelur yang mati. Kondisi ini dipengaruhi cuaca ekstrem selama musim penghujan yang menyebabkan ayam gampang sakit. ’’Tapi yang dominan ya karena banyak dikirim ke luar Jawa itu, karena konsumen di sana untuk Natal kan tinggi,’’ tandas dia.

Sementara itu, pantauan di laman Siskaperbapo tadi malam menunjukkan harga telur ayam ras stabil di harga Rp 25.500 per kg. Kenaikan harga terjadi pada cabai rawit dari semula Rp 24 ribu menjadi Rp 27 ribu per kg, serta cabai merah yang bertengger Rp 22 ribu dari harga Rp 20 ribu per kg. Kecuali itu, mayoritas harga bahan pokok terlihat tak mengalami fluktuasi. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#harga telur ayam cukup tinggi #Natal dan tahun baru (nataru)