Pemkot Gelar OP, Pasok Barang hingga Pracangan
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto mulai merancang operasi pasar (OP) guna mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga bawang merah dan putih di Kota Mojokerto selama sepekan terakhir ini.
Berbeda dengan sebelumnya, OP yang dijadwalkan mulai pekan depan ini akan menyasar konsumen rumah tangga langsung. Dengan menyediakan stok bawang di bawah harga eceran tertinggi (HET) di 26 pracangan TPID (tim pengendalian inflasi daerah) yang tersebar di 18 kelurahan dan 8 pasar tradisional.
Dengan cara ini, pemkot menilai langkah tersebut dalam menjaga stabilitas harga bawang dapat berjalan efektif. ’’Rencananya akan berlangsung awal pekan depan. Hari ini (kemarin, Red) sudah didata ketersediaan bawang yang siap didatangkan ke Kota Mojokerto,’’ ujar Kabid Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Heri Setiyawan, kemarin.
Dalam operasi nanti, setiap pracangan binaan diskopukmperindag tersebut diminta untuk memprioritaskan para konsumen rumah tangga untuk bisa mendapatkan bawang dengan harga miring. Khususnya, bawang merah yang nilai jualnya membumbung tinggi hingga dua kali lipat dari harga normal, atau telah menembus Rp 50 ribu per kilogram (kg).
Dengan cara itu, Heri optimistis konsumen tidak akan lagi kesulitan mendapatkan komoditas dapur tersebut dengan harga murah. ’’Yang penting masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan komoditas bawang merah dan bawang putih. Sehingga tidak sampai terjadi kelangkaan akibat melambungnya harga,’’ tambahnya.
Namun, Heri belum dapat memastikan berapa nilai jual bawang yang akan di-drop dengan harga di bawah HET tersebut. Sesuai skema, penghitungan harga jual bawang ke konsumen didasari dari jumlah barang, nilai jual di tingkat petani dan juga ongkos transportasi yang dikeluarkan untuk memasok bawang.
Bumbu dapur tersebut nantinya akan didatangkan dari kawasan Nganjuk dan Probolinggo. Dengan demikian ongkos transportasi bisa dijadikan subsidi, dan harga jual bawang makin murah. ’’Skemanya sama seperti sebelumnya, pengeluaran untuk transportasi saat distribusi bisa disubsidi untuk menekan harga jual bawang,’’ pungkas Heri. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi