Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkot Mojokerto Ancang-Ancang Gelar Pasar Murah, Upaya Stabilitasi Harga Hadapi Hari Raya Lebaran

Rizal Amrulloh • Sabtu, 30 Maret 2024 | 14:55 WIB

DIOBRAL: Warga membeli beras pada giat pasar murah di Kantor Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (7/3).
DIOBRAL: Warga membeli beras pada giat pasar murah di Kantor Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (7/3).
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pasar murah yang digelar secara bergilir di 18 kelurahan se-Kota Mojokerto sejak awal Ramadan telah rampung akhir pekan ini.

Namun, Pemkot Mojokerto berancang-ancang kembali menggelar operasi pasar untuk stabilisasi harga bahan pokok menghadapi Hari Raya Lebaran.

Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto Heri Setiyawan mengatakan, pasar murah yang digelar sejak 21 Februari di 18 kelurahan telah berakhir 28 Maret kemarin.

Di awal pekan depan, Pemkot Mojokerto bakal menindaklanjuti dengan turun langsung ke pasar untuk memantau kestabilan harga sekaligus ketersediaan bahan pangan.

’’Senin (1/4) besok, kami akan sidak pasar,’’ terangnya kemarin (29/3).

Sidak akan dilakukan oleh jajaran forkopimda dan tim satgas pangan.

Jika hasil pemantauan tersebut masih ditemukan fluktuasi harga pangan, maka Pemkot Mojokerto akan kembali untuk menggelar pasar murah.

’’Jika ada harga-harga yang tidak stabil akan langsung kita tindaklanjuti untuk melaksanakan operasi pasar,’’ tandasnya.

Hanya saja, tempat pelaksanaannya tidak lagi disebar ke kantor kelurahan.

Tetapi akan difokuskan di pasar-pasar tradisional dengan menjual komoditas yang mengalami kenaikan harga dari hasil sidak.

’’Kalau ada cukup waktu, kita akan sebar di tiga lokasi pasar selama tiga hari,’’ paparnya.

Diskopukmperindag Kota Mojokerto mencatat, rata-rata harga bahan pokok pada hari ke-18 Ramadan kemarin relatif stabil.

Menurutnya, hanya harga gula pasir yang patut diwaspadai karena mengalami kenaikan.

’’Karena harga gula sudah ada Rp 17 ribu hingga Rp 17.500 (per kilogram). Ini yang menjadi atensi kita,’’ ulas Heri.

Di samping itu, pihaknya juga mengajukan permintaan ke Disperindag Provinsi Jatim untuk menggelar pasar murah dengan skala yang lebih besar di Kota Mojokerto.

Jika diakomodir, pelaksanaannya akan digulirkan mendekati Hari Raya Idul Fitri nanti.

’’Untuk jadwalnya masih belum ada konfirmasi sampai hari ini,’’ imbuhnya.

Di luar itu, Kota Mojokerto juga menjadi jujukan gerakan pasar murah yang akan digelar di GOR dan Seni Mojopahit, Senin (1/4).

Agenda yang dilaksanakan Bappanas RI dan Pemprov Jatim itu juga dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di daerah. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #pasar murah #Pemkot Mojokerto #hari raya lebaran #Kota Mojokerto