Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Daging Ayam dan Telur di Kota Mojokerto Merangkak Naik, Harga Mayoritas Bumbu Dapur Stagnan

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 26 Maret 2024 | 13:35 WIB

KOMODITAS: Pedagang di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, tengah melayani pembelinya, kemarin.
KOMODITAS: Pedagang di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, tengah melayani pembelinya, kemarin.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Daging ayam dan telur masih jadi barang mahal. Harga bahan pokok itu diprediksi makin melonjak saat mendekati Lebaran. Sementara itu harga bumbu dapur cenderung stagnan, kecuali cabai rawit yang merosot sejak seminggu terakhir. 

Demikian yang terpantau di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, Senin (25/3) sore. Diyah, salah seorang pedagang menjual daging ayam dengan harga Rp 38 ribu. Banderol per kilogram (kg) ini turun dua ribu rupiah dibanding awal Ramadan dua pekan lalu.

’’Tapi tetap masih mahal karena normalnya Rp 32 ribu (per kg),’’ ujarnya sembari memotong paha ayam untuk pembeli. 

Setali tiga uang, lonjakan harga daging ayam praktis diikuti telur. Dyah menyebut, saat ini harga telur mencapai Rp 32 ribu per kg. Kondisi ini baginya sangat mahal.

Mengingat, umumnya harga telur berada di kisaran Rp 25 ribu per kg. Kalaupun naik, paling mentok Rp 28 ribu per kg. ’’Itu sudah mahal, lha ini sampai tiga puluh ribu lebih,’’ tandas pemilik lapak di pasar induk Mojokerto tersebut. 

Menurutnya baik harga daging ayam maupun telur bakal merangkak naik mendekati Hari Raya Idulfitri nanti. Dia memprediksi harganya lebih tinggi daripada saat mula bulan puasa. ’’Daging ayam bisa tembus Rp 45 ribu (per kg),’’ imbuhnya. 

Perhitungan Diyah berasal dari pengalaman tren harga bahan pokok yang naik setiap menjelang hari raya. Tingginya kebutuhan tak dibarengi dengan ketersediaan pasokan. Kala harga mahal seperti ini, tingkat penjualan pun ikut pasti turun. ’’Stoknya saya kurangi, karena orang kan pasti beli tidak banyak-banyak,’’ ujarnya. 

Lain dengan harga bahan pokok masih tinggi, sejumlah bumbu dapur terpantau normal. Ardian, pemilik kios di Pasar Tanjung Anyar mencontohkan, harga bawang merah dan cabai merah besar masing-masing Rp 25-28 ribu per kg dan Rp 30-35 ribu per kg. ’’Stabil segitu terus,’’ ujarnya. 

Namun, berbeda dengan bawang putih yang masih bertahan Rp 42-44 ribu per kg dari normalnya Rp 30 ribu-an per kg dan tomat yang bertengger di harga Rp 28-30 ribu per kg. Kondisi ini terbilang tinggi mengingat harga umum tomat tak lebih dari Rp 10 ribu per kg. ’’Mahal sejak awal tahun, mungkin karena faktor musim hujan,’’ pria itu coba mengira-ngira. 

Ardian melanjutkan, satu-satunya komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai rawit.

Sejak seminggu terakhir, harga si pedas tinggal Rp 25-30 ribu per kg dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 40 ribu per kg. ’’Karena sudah mulai panen, jadi banyak stok,’’ terangnya. 

Sementara itu, pantauan di laman siskaperbapo.jatimprov.go.id/harga/tabel per tadi malam, harga komoditas bahan pokok di Kota Mojokerto stabil kecuali jenis cabai yang kompak mengalami penurunan.

Situs resmi harga bahan pokok real time ini antara lain menginformasikan, harga per kg daging sapi Rp 125 ribu, daging ayam ras Rp 36,5 ribu, dan telur ras Rp 31 ribu. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #harga bahan pokok #Kota Mojokerto #merangkak naik