Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kerajinan Miniatur Perahu Bikinan Warga Sooko Mojokerto Diminati hingga Luar Daerah

Fendy Hermansyah • Rabu, 6 Maret 2024 | 16:11 WIB

PENUH KESABARAN: Para perajin miniatur perahu layar merakit dengan teliti di Dusun Sambirejo, RT05/RW06, Desa Wringenrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (4/3).
PENUH KESABARAN: Para perajin miniatur perahu layar merakit dengan teliti di Dusun Sambirejo, RT05/RW06, Desa Wringenrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (4/3).
SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Usaha kerajinan perahu layar mini yang dirintis Sunali sudah berjalan sejak 2005 lalu. Usaha tersebut dibantu lima karyawan dengan dibekali alat yang lengkap.

Sunali mengubah teras rumahnya menjadi tempat produksi souvenir yang berada di Desa Wringenrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.  

Sunali mengatakan, sejak SMP dia sudah tertarik dengan kerajinan tangan. Berawal dari bakat yang dimiliki, bapak dua anak tersebut mulai membuka usaha miniatur perahu layar di rumahnya.

Proses pemasaran yang dilakukan hanya dari Google Maps. Dengan modal upload foto, pesanan dari berbagai kota telah Sunali buat dengan tangan kreatifnya.

’’Selain di daerah Mojokerto, miniatur ini juga dipesan dari kota Tangerang, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Makassar,’’ ujarnya.

Model perahu layar yang dibuat Sunali juga beragam, mulai dari phinisi, dewaruci, bimasuci, esmeralda, gloria, majapahit, dan VOC.

Jenis perahu layar tersebut memiliki tingkat kerumitan yang berbeda. Sehingga satu piece dibanderol sesuai jenis dan detailnya.

’’Ukuran miniatur perahu layar ini berbeda. Mulai dari 23 centimeter dibanderol Rp 85 ribu, 25 centimeter harganya Rp 90 ribu, 30 centimeter biasanya Rp 150 ribu, dan satu meter mencapai Rp 1,5 Juta. Harga tersebut sudah disesuaikan dengan kerumitan dan waktu pengerjaan,’’ jelas Sunali.

Bahan dan alat yang digunakan untuk membuat kerajinan tangan tersebut cukup mudah didapat.

Seperti kayu, benang, monte manik, bor, gergaji, cat semprot, pewarna, dan kertas sit. Sedangkan, perpaduan warna dapat disesuaikan dengan permintaan pesanan.

’’Untuk saat ini kebanyakan pembeli lebih suka warna gelap, seperti hitam dan cokelat. Ada juga yang minta perpaduan warna lain. Kadang putih, kadang juga biru,’’ rinci pria 45 tahun itu.

Miniatur perahu buatan Sunali tersebut dilirik berbagai pihak. Mulai dari sebagai souvenir maupun hiasan pribadi. Sehingga pesanan yang diterima juga dalam jumlah yang besar, yakni sekitar 200 hingga 300 piece sesuai permintaan.

Selain minimalis, perahu layar buatannya juga memiliki model sesuai perahu aslinya. Sehingga tampak cantik untuk souvenir berbagai acara.

Sunali juga menambahkan, usaha kerajinan yang dirintis tidak berjalan mulus. Dia juga mengalami kendala sehingga dapat menghambat proses produksi.

’’Kendala saat ini biasanya dari harga bahan yang naik dan hanya dijual di luar kota. Kendala lainnya saat musim hujan, karena proses pewarnaan harus membutuhkan cuaca panas. Kalau cuacanya buruk warna yang dihasilkan juga tidak menarik,’’ pungkasnya. (rik/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#perahu #sooko #kerajinan #mojokerto