Bermacam bentuk dan jenis cetakan kue ramai dipesan
Menjelang Ramadan ini banyak orderan, ujar Galih Prasetyo Utomo, 37, pemilik usaha pembuatan cetakan kue.
Ia mengatakan, banyaknya orderan itu dikarenakan tradisi umat Muslim yang sering menggelar hajatan ketika Ramadan dan Lebaran. Mereka sering membuat kue-kue untuk hantaran.
Galih menjelaskan, saat awal pandemi pada 2020, dirinya pun kebanjiran order.
"Saat pandemi dihimbau untuk di rumah pada akhirnya ibu-ibu di rumah jenuh dan memutuskan untuk membuat kue. Sehingga permintaan cetakan kue pun ramai," jelasnya.
Selang dua tahun kemudian, masih kata Galih, jumlah permintaan cetakan kue justru merosot drastis hingga 60 persen.
"Alhamdulillah-nya menjelang Ramadan ini meningkat lagi," ucapnya.
Pihaknya menyebutkan, harga per cetakan mulai harga Rp 5 ribu hingga Rp 350 ribu.
"Akan tetapi, harga bisa lebih murah dengan minimal pembelian 50 pieces. Ini biasanya berlaku bagi sales," sebutnya.
Galih menuturkan, tempat usahanya memiliki 12 karyawan.
Dengan rincian, 4 orang di bagian produksi, pada bagian finishing ada 3 orang. Lalu, bagian pemasaran offline 3 orang dan seller online 2 orang.
"Pemasarannya hanya lingkup di Jawa Timur saja. Kebanyakan karyawan dari warga sekitar," tuturnya.
Cetakan kue bikinan Galih, tersebut dari bahan aluminium cor. Cara pembuatan cetakan kue tersebut, pertama aluminium dilebur.
Setelah dilebur, alumunium dicetak di media tanah. Kemudian, dituangkan ke cetakan dan didinginkan. Setelah itu, masuk proses finishing.
Kawasan sentra produksi cetakan kue tersebut sejak 1995 hingga sekarang.
"Dulunya banyak warga yang memproduksi cetakan kue. Tetapi, sekarang berkurang drastis dikarenakan mereka tidak membuat izin usahake pemerintah. Sehingga, semakin sedikit yang memproduksi cetakan kue," pungkas Galih. (Mia Chalimatus Syaidah/fen)
Editor : Fendy Hermansyah