Selain untuk stabilisasi harga, juga dalam rangka mengantisipasi kelangkaan stok di minimarket modern.
Kemarin, operasi pasar yang dilakukan di dua titik lokasi langsung ludes diserbu pembeli. Salah satunya yang dilakuan di Pasar Tanjung Anyar.
Sebanyak satu ton beras habis hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.
’’Saya langsung beli beras karena harganya lebih murah,’’ ungkap Aci, salah satu pembeli.
Warga asal Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung ini membeli beras kemasan kemasan 5 kilogram (kg) yang hanya dibanderol Rp 51.000.
Menurutnya, harga tersebut lebih murah karena per 1 kg setara dengan dengan Rp 10.200.
’’Harga di pasar mundak (naik) terus, sekarang sudah Rp 15 ribu sampai 16 ribu per kilogram,’’ keluhnya.
Sehingga, dia berharap operasi pasar bisa dilakukan lebih rutin. Termasuk persediaan beras juga ditambah.
Karena tidak sedikit warga yang harus balik kucing karena kehabisan stok.
’’Kadang gak kebagian semua. Ya, kalau bisa lebih sering saat harga beras mahal begini,’’ tuturnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mengatakan, operasi pasar dilakukan sebagai salah satu upaya untuk stabilisasi harga beras di pasar.
Selain di Pasar Tanjung Anyar, pasar murah juga digelar di Pasar Prajurit Kulon dengan persediaan 1 ton.
’’Selain operasi pasar, kami juga akan lakukan sidak pasar,’’ tandasnya.
Rencananya, peninjauan langsung akan dilakukan pagi ini di sejumlah titik.
Di samping memantau harga pasar, sidak juga dilakukan untuk mengetahui ketersediaan beras di minimarket dan toko modern yang kini mulai menipis.
’’Khususnya untuk yang beras jenis premium. Karena mereka kan sistemnya terintegrasi dari pusat dulu baru di-dropping,’’ imbuhnya.
Mengantisipasi kelangkaan, Pj wali kota juga mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto untuk tidak membeli beras di ritel modern.
Mereka diminta untuk memenuhi kebutuhan beras premium di Pracangan TPID.
’’ASN sudah saya minta beli beras premium dari Bulog biar tidak membebani pembelian yang ada di market-market di luar. Sehingga masyarakat tidak kesulitan karena stoknya menipis,’’ pungkas Ali Kuncoro. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah