Untuk tembakau basah mencapai Rp 5 ribu per kilogram (kg). Sementara untuk jenis kering rajangan mencapai Rp 48 ribu per kg.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Mojokerto Suyadi mengatakan, panen raya kali ini membuat petani tembakau bahagia.
Hal itu seiring dengan harga tembakau yang cukup bagus.
’’Untuk sekarang, daun tengah ke bawah harganya Rp 4 ribu per kg. Dan daun tengah ke atas Rp 5 ribu per kg,’’ ungkapnya.
Harga ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya di kisaran Rp 3 ribu sampai Rp 3.500 per kg. Begitu juga dengan harga tembakau kering untuk rajangan saat ini di tingkat petani juga bagus dengan harga Rp 48 ribu per kg.
’’Jadi, harga kering krosok untuk daun bawah Rp 25 ribu per kg, daun tengah Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kg. Sedangkan untuk daun atas Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kg,’’ paparnya.
Hanya saja, harga kering tersebut tak pernah dirasakan para petani. Sejauh ini para petani tembakau di Kabupaten Mojokerto memilih menjual daun daripada memprosesnya terlebih dahulu.
Suyadi, menegaskan, tingginya harga tembakau dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, cuaca panas di musim kemarau sekarang ini.
’’Jadi, daun tembakau bisa semakin lebat dengan kualitas yang lebih bagus,’’ ujarnya.
Menurutnya, harga tembakau ini berbanding lurus dengan tingkat produktivitas tahun ini.
Sesuai data dinas pertanian, tahun ini luas tanam yang dilakukan para petani mencapai 445 hektare dengan rata-rata per hektare mampu menghasilkan 13 ton.
Angka itu naik dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.
’’Kebanyakan petani memang tidak mau ribet. Jadi, kami dari APTI tetap membeli daun dari petani. Harga daun Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu per kg ini, petani sudah untung banyak. Kemungkinan untuk tahun depan bisa saja lebih luas lagi,’’ urainya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah merinci, luasan tanam tembakau menyebar di tiga kecamatan.
30 hektare di Kecamatan Jetis, 100 hektare di Kecamatan Kemlagi, dan 315 hektare di Kecamatan Kemlagi.
Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya seluas 161 hektare.
’’Jadi ada peningkatan luas tanam sebesar 284 hektare. Penambahan tanam ini paling besar ada di Kecamatan Dawarblandong, dari semula 113 hektare menjadi 315 hektare,’’ ungkapnya.
Lalu di Kecamatan Kemlagi dari 40 hektare menjadi 100 hektare dan Jetis 8 hektare menjadi 30 hektare.
’’Meningkatnya luasan tembakau ini salah satunya memang dipengaruhi karena harganya bagus. Dan kami yakini, tahun depan luasan tanam bisa bertambah lagi,’’ tandasnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah