Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengatakan, produktivitas pertanian bawang merah di Bumi Majapahit cukup bagus.
’’Sampai Juni, produktivitas mencapai 14.890 kuintal. Itu hasil dari 94 hektare luasan yang dipanen,’’ ungkapnya.
Angka itu diprediksi bakal terus meningkat seiring peningkatan luas tanam yang dilakukan para petani di tahun ini hingga mencapai 482 hektare.
Menurutnya, luasan tanam itu meningkat jika dibanding tahun lalu seluas 469,5 hektare yang tersebar di Kecamatan Pacet dan Trowulan.
’’Artinya, jika dibandingkan tahun lalu, luasan tanam bawang merah ada peningkatan sebesar 13 hektare. Itu baru sampai Juni, belum lagi Juli sampai Desember,’’ tandasnya.
Dengan meningkatnya luas tanam, lanjut Nurul, secara otomatis akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas hasil pertanian. Dengan rata-rata produktivitas per hektare sekitar 150,48 kuintal. Peningkatan luas tanam ini dipengaruhi beberapa faktor.
Di antaranya, ketersediaan benih unggul dengan harga yang terjangkau hingga iklim atau cuaca.
’’Harga saat panen bagus juga memicu para petani getol menanam bawang merah.Harga di tingkat petani sekarang ada di kisaran Rp 6.750 sampai Rp 7.500 per kilogram. Ini tergolong bagus,’’ tandasnya.
Peningkatan produktivitas ini membuat Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah penyumbang terbanyak bawang merah di Jawa Timur.
’’Dengan luas tanam yang meningkat ini harus kita pertahankan. Salah satunya kita support dengan bibit unggul, dan beberapa subsidi lainnya,’’ bebernya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah