Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Harga Beras di Sejumlah Pasar Tradisional Kabupaten Mojokerto Melambung

Fendy Hermansyah • Sabtu, 4 Februari 2023 | 14:53 WIB
grafis data harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Mojokerto. (dok JPRM)
grafis data harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Mojokerto. (dok JPRM)
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mendekati Ramadan, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional mulai melambung. Hari ini, Pemkab Mojokerto menyiapkan 4 ton beras untuk menggelar operasi pasar. Pasalnya, penjualan komoditas pangan tersebut telah melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Mojokerto Iwan Abdillah mengatakan, operasi pasar akan digelar selama dua hari pada Sabtu (4/2) dan Minggu (5/2). Beras menjadi komoditas utama dalam kegiatan pasar murah tersebut. ”Karena harga beras ini kan relatif naik sekarang. Mulai besok (hari ini, Red) kami akan melakukan operasi pasar,” terangnya, kemarin.

Iwan mengatakan, dari pemantauan di 15 pasar tradisional se-Kabupaten Mojokerto per Jumat (3/2), harga rata-rata beras IR 64 medium bertengger di angka Rp 10.700 per kilogram (kg). Bahkan, di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko menyentuh Rp 12 ribu per kg.

Banderol tersebut telah melampaui HET beras yang ditetapkan Rp 9.450 untuk jenis medium. Karena itu, Pasar Kedungmaling menjadi salah satu titik lokasi operasi pasar yang digelar hari ini. Selain itu, kegiatan serupa juga dilakukan di Pasar Bagusan, Kecamatan Gedeg. ”Kami sudah siapkan beras 4 ton untuk dua hari dan bisa bertambah dari hasil evaluasi nanti,” ulasnya.

Sedangkan besok, operasi pasar menyasar Pasar Raya Mojosari dan Pasar Dlanggu. Karena harga beras medium di masing-masing lokasi tersebut masih berkisar Rp 10 ribu per kg.

Iwan menyebutkan, dari alokasi 4 ton beras operasi pasar terdiri dari dua jenis. Untuk jenis medium dijual dengan harga Rp 43.500 kemasan 5 kg atau setara Rp 8.700 per kg. Sedangkan untuk premium Rp 60 ribu kemasan 5 kg atau Rp 12 ribu per kg. ”Operasi pasar ini juga sebagai upaya antisipasi menjelang puasa dan hari raya nanti,” tandasnya.

Selain beras, minyak goreng (migor) juga bakal menjadi komoditas yang bakal disediakan pada operasi pasar. Mengingat, ketersediaan barang di pasar tradisonal mulai terbatas. Khususnya jenis Minyakita yang dibanderol sesuai HET Rp 14 ribu per liter. ”Barangnya nggak ada, karena permintaan tinggi di masyarakat,” imbuh Iwan.

Disperindag masih melakukan koordinasi dengan distributor resmi pemerintah untuk untuk melakukan dropping migor dalam operasi pasar. Termasuk dengan Perum Bulog Cabang Surabaya Selatan. ”Karena harga minyak goreng kemungkinan bisa naik karena memang langka. Kalau yang curah masih aman dengan harganya per kilogram Rp 15.500,” pungkas Iwan. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#pasar tradisional #kabupaten mojokerto #beras mahal #harga beras #Majapahit #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #kerajaan majapahit #harga naik #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #naik #trowulan #onde-onde