Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Harga Ayam di Kota Mojokerto Terkerek Naik

Fendy Hermansyah • Jumat, 21 Oktober 2022 | 17:05 WIB
KOMOTIDAS: Pedagang di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto menata bumbu dapur dagangannya, kemarin. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
KOMOTIDAS: Pedagang di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto menata bumbu dapur dagangannya, kemarin. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga ayam potong di pasaran mulai terkerek naik. Kenaikan terjadi mulai dari tingkat peternak. Sebaliknya, memasuki musim penghujan ini harga cabai justru sedang anjlok.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto kemarin (20/10) menunjukkan, harga ayam potong kenaikan drastis. Dari sebelumnya Rp 25-26 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp 28 ribu per kg. ’’Sudah naik tiga hari ini,’’ kata Diah, salah satu pedagang.

Menurutnya, kondisi harga ayam potong saat ini termasuk mahal. Mengingat situasi pasar yang masih cenderung lesu dan sepi pembeli. Diah mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga ayam. Yang jelas, perubahan harga itu terjadi sejak dari tempat pengiriman. ’’Dari peternaknya sana sudah bilang kalau naik,’’ sebutnya.

Berbeda dengan ayam potong, harga sejumlah harga bumbu dapur cenderung turun. Bahkan, semenjak empat hari terakhir, harga cabai rawit dan cabai merah besar sedang anjlok. Dari Rp 45 ribu per kg, kini harga cabai rawit hanya Rp 35 ribu per kg. Sementara itu, cabai merah besar turun jadi Rp 28 ribu per kg dari harga sebelumnya yakni Rp 40-50 ribu per kg. ’’Sama-sama turun,’’ kata Adrian Firmansyah, pedagang lainnya.

Menurut dia, penurunan harga seiring dengan melimpahnya pasokan. Meskipun saat ini sudah memasuki musim penghujan, panen raya masih berlangsung di beberapa tempat. ’’Ini dapat pasokan dari Mojokerto sendiri. Cabainya juga termasuk bagus-bagus,’’ tuturnya.

Berbanding terbalik, curah hujan diakuinya membuat kualitas cabai merah turun. Tak sedikit buah cabai yang rusak karena terkena hujan. ’’Karena busuk terpaksa dibuang. Tapi, kalau harganya murah begini tidak sampai rugi,’’ ungkap Ardian.

Di luar komoditas cabai, kemarin harga bumbu dapur lainnya terpantau stabil. Harga bawang merah bertahan Rp 30 ribu per kg, bawang putih Rp 22 ribu per kg, dan tomat Rp 8 ribu per kg. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kota #anjlok #terkerek #cabai #mojokerto #harga #ayam #naik