Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perluas Wifi Gratis di Pasar Rakyat

Fendy Hermansyah • Senin, 19 September 2022 | 15:31 WIB
TRANSAKSI: Bupati Ikfina Fatmawati mencoba bertransaksi menggunakan QRIS di Pasar Raya Mojosari. Penggunaan transaksi nontunai dimaksimalkan untuk mendukung pembayaran e-retribusi.
TRANSAKSI: Bupati Ikfina Fatmawati mencoba bertransaksi menggunakan QRIS di Pasar Raya Mojosari. Penggunaan transaksi nontunai dimaksimalkan untuk mendukung pembayaran e-retribusi.
Disperindag Gencarkan Transaksi Nontunai
KABUATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemasangan wifi gratis di pasar rakyat Kabupaten Mojokerto bakal diperluas. Selain memanjakan pedagang dan pembeli, pemerintah berusaha memaksimalkan pemanfaatan teknologi dengan menyediakan marketplace. Termasuk pembayaran retribusi secara nontunai (e-retribusi).

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah mengatakan, dari 10 pasar yang dikelola pemkab, sejauh ini ada enam pasar yang sudah disulap sebagai pasar modern. Keenam pasar itu sudah dilengkapi wifi gratis. ’’Pasar adalah area publik mestinya memang harus ada wifi-nya. Apalagi, kita sudah melaksanakan e-retribusi sejak Juli lalu,’’ ungkapnya.

Seperti di Pasar Raya Mojosari. Terpasang ada sepuluh titik wifi yang bisa dimanfaatkan para pengunjung pasar atau pedagang. Khususnya untuk pembayaran e-retribusi. Selain itu, fasilitas publik jaringan itu juga terpasang di lima pasar rakyak lainnya. Meliputi, tujuh titik di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, empat titik di Pasar Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, tujuh titik di pasar Niaga Mojosari, serta masing-masing tiga titik di Pasar Pugeran, kecamatan Gondang dan Pasar Kutorejo.

’’Kita target akhir tahun pedagang sudah dilengkapi QRIS untuk pembayaran secara digital. Pedagang bisa langsung melakukan pembayaran melalui perbankan. Ini juga untuk menekan kebocoran atas retribusi pasar, prinsipnya untuk optimalisasi PAD,’’ paparnya.

Sesuai petunjuk Bupati Ikfina Fahmawati, di era modern seperti ini, pemerintah bakal memaksimalkan pemanfaatan tegnologi dengan menyediakan marketplace. Barang-barang yang dijual para pedagang juga akan difasilitasi. Sehingga, masyarakat bisa membeli barang secara offline maupun online. Selain itu, pedagang juga akan melayani delivery order.

Aplikasi digital ini akan memuat data perdagangan dan industri di Kabupaten Mojokerto. ’’Jadi kita gencarkan pembayaran nontunai, ini bagian dari pelaksanaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Sekaligus membuat penghuni pasar juga nyaman,’’ tegasnya.

Selain wifi gratis, perluasan pemasangan CCTV untuk pengamanan juga jadi fokus disperindag. Setidaknya, total ada empat pasar yang sudah dilengkapi kamera pengintai. Meliputi, Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Pasar Raya Mojosari dan Niaga Mojosari, serta Trowulan. ’’Masing-masing pasar ada delapan CCTV. Kita targetkan tahun depan ada perluasan pemasangan CCTV di pasar rakyat yang menjadi area publik,’’ bebernya. (ori/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#wifi #pasar #ekonomi