JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di Jepang, ada satu sistem pengumuman atau pengingat kota yang rutin berbunyi setiap sore hari, yakni alarm Go ji chime.
Dalam istilah ini, kata "Go ji" memiliki arti pukul lima, yang merupakan waktu paling tepat alarm tersebut berbunyi.
Alarm go ji chime ini biasanya berbunyi melalui pengeras suara publik yang terpasang di setiap pemukiman di Jepang.
Bagi masyarakat lokal Jepang, melodi ini tak hanya sekedar alarm pengingat biasa, melainkan bagian dari rutinitas harian yang telah menemani sejak kecil.
Mulanya, alarm go ji chime berasal dari sistem pengeras suara yang digunakan untuk keperluan keamanan dan memberi peringatan saat situasi darurat.
Namun, seiring berjalannya waktu, pemerintah Jepang kemudian memutuskan untuk memanfaatkannya sebagai tanda waktu kepada warga, terutama bagi anak kecil yang tengah bermain di luar rumah agar segera pulang sebelum hari gelap.
Hingga kini, tradisi pemutaran alarm go ji chime sebagai pengingat harian juga masih terus berkembang di separuh wilayah Jepang.
Sistem pemutaran alarm ini dikendalikan oleh pemerintah daerah pusat melalui jaringan pengeras suara yang dipasang di tiang-tiang atau beberapa bangunan publik.
Jaringan alarm ini juga terhubung dengan pusat pengendali yang juga digunakan untuk untuk mengirimkan pengumuman penting kepada warga.
Alarm ini telah diatur agar berbunyi secara otomatis di waktu tertentu, namun tetap bisa diubah sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Akan tetapi, kebiasaan memutar alarm setiap pukul lima sore ini tak selalu diterapkan dan berlaku di seluruh daerah, waktu pemutaran alarm ini juga biasanya menyesuaikan tiap musim.
Saat musim dingin alarm akan diputar lebih cepat dari jadwal biasanya karena gelap datang lebih awal.
Sedangkan saat musim panas, alarm akan diputar sedikit lebih lambat karena gelap datang lebih lama.
Penyesuaian pemutaran tersebut juga dilakukan agar alarm dapat selalu relevan dengan kondisi lingkungan setempat agar tetap sesuai dengan salah satu tujuannya, yakni menjaga agar anak-anak selalu aman dengan memutar alarm sebagai pengingat waktu bermain di luar rumah telah habis.
Melodi yang digunakan sebagai alarm biasanya berasal dari lagu anak-anak atau lagu tradisional Jepang yang bernuansa lembut.
Salah satu melodi yang paling banyak dikenali adalah Yuyake Koyake karena tema dan maknanya tentang senja dan waktu pulang.
Yang membuat alarm ini lebih menarik adalah setiap daerah memiliki kebebasan untuk memilih lagu sekaligus jadwal pemutaran.
Ada wilayah yang memutarnya sebanyak satu kali sehari, ada pula yang memutarnya sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari dengan melodi yang berbeda-beda di setiap wilayahnya.
Hingga kini, alarm go ji chime masih terus bertahan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari karena fungsinya yang tak lekang oleh waktu dan simbol sederhana namun kuat dari harmoni kehidupan masyarakat Jepang.
FANEZA
Editor : Imron Arlado