JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Buaya adalah salah satu hewan yang memiliki beberapa karakteristik unik dan menarik untuk dipelajari.
Hewan reptil ini tidak hanya dikenal karena tubuhnya yang besar, rahangnya yang kuat, dan sifatnya yang buas, tetapi juga karena perilaku serta perannya dalam ekosistem.
Tak sedikit juga orang yang menganggap bahwa buaya hanyalah hewan yang buas, padahal di balik itu semua terdapat fakta-fakta menarik yang jarang diketahui.
Salah satu fakta menariknya adalah tentang mata buaya yang cukup canggih karena menggabungkan adaptasi yang memungkinkan buaya hidup sebagai predator semi-akuatik yang sangat efektif.
Dengan matanya yang canggih, buaya bisa mengintai mangsa dengan hampir seluruh tubuh berada di dalam air, mampu berburu di malam hari, dan matanya tetap terlindungi saat menyelam.
Seluruh fitur canggih tersebut bukan hasil dari sebuah kebetulan. Struktur dan fungsi mata buaya terbentuk secara perlahan melalui proses seleksi alam selama puluhan hingga ratusan juta tahun.
Tiap struktur dan bagian mata buaya memiliki fungsinya masing-masing, seperti pupil mata berbentuk celah vertikal yang membantu mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan sangat presisi.
Di siang hari yang terang, pupil mata buaya akan mengecil menjadi celah tipis sehingga mata tidak menerima cahaya yang terlalu banyak.
Sedangkan jika malam hari yang gelap datang, pupil buaya bisa melebar sehingga mata bisa menerima cukup banyak cahaya. Selain itu, buaya juga memiliki tiga kelopak mata (atas, bawah, dan nictitating membrane).
Nictitating membrane sendiri merupakan kelopak mata ketiga yang transparan. Kelopak mata ketiga ini dapat menutupi mata buaya saat menyelam, tetapi buaya tetap bisa melihat secara samar-samar melalui selaput itu.
Ada pula kelopak dan jaringan di sekitar mata yang berupa lipatan kulit serta sisik yang membantu menyamarkan mata dan menambah kamuflase saat mata berada di permukaan air.
Yang terakhir, buaya juga memiliki kelenjar yang memproduksi cairan untuk membersihkan dan melumasi mata. Cairan ini biasanya terlihat seperti air di sudut mata buaya setelah keluar dari air.
Adanya struktur dan bagian mata yang canggih, sangat memungkinkan buaya untuk memiliki kemampuan penglihatan yang baik.
Di belakang retina buaya terdapat lapisan pemantul cahaya bernama tapetum lucidum yang juga ada pada hewan-hewan malam lainnya.
Adanya lapisan tersebut membuat mata buaya dan hewan-hewan malam lainnya menjadi lebih sensitif di kondisi yang redup atau gelap.
Selain tapetum lucidum, ada juga kandungan sel tipe rod di retina buaya yang peka terhadap cahaya lemah.
Oleh karena itu, buaya menjadi salah satu hewan yang unggul di kondisi remang atau malam meski kemampuan membedakan warnanya tidak sekuat hewan siang hari.
Buaya juga memiliki sudut pandang penglihatan yang luas karena posisi matanya yang berada di atas kepala. Hal ini memungkinkan buaya untuk mendeteksi mangsa tanpa harus mengekspos tubuh.
Dengan segala keunggulan matanya, buaya juga memiliki strategi berburu cerdik dan menunjukkan peran matanya dalam bertahan hidup.
Yang pertama adalah taktik minimum exposure yang dilakukan dengan menempelkan diri sedemikian rupa sehingga hanya terlihat mata, lubang hidung, dan bagian atas kepala saja. Sehingga buaya dapat mengintai mangsa tanpa ketahuan.
Yang kedua, ambush predator atau taktik sergapan yang dilakukan dengan menunggu atau mengunci pandangan kepada mangsa dan akan menyerangnya dengan ledakan tenaga jika jarak sudah ideal.
Dengan struktur, bagian, dan penglihatan mata sekaligus dibersamai dengan taktik yang cerdas menjadikan mata buaya sebagai contoh adaptasi yang sangat cocok dengan cara hidupnya.
FANEZA/FADYA
Editor : Imron Arlado