RADAR MOJOKERTO - Belakangan, istilah-istilah psikologi mulai eksis di kalangan generasi muda. Salah satu istilah yang cukup sering terdengar adalah law of attraction. Seberapa sering Anda mendengar istilah tersebut?
Law of attraction melibatkan spiritualitas dan kekuatan pikiran untuk mewujudkan apa yang dipikirkan menjadi sebuah kenyataan.
Apa itu Law of Attraction?
Law of attraction adalah bagian dari manifestasi. Secara pengertian, law of attraction merupakan hukum tarik menarik, sebuah konsep psikologi tentang keyakinan dalam pikiran yang terus diimani dan dipercaya menarik keyakinan tersebut menjadi kenyataan.
Dilansir dari Youtube Raditya Dika bersama Tresnany Moonlight seorang spiritualis membahas lebih jauh tentang law of attraction sebagai setiap keyakinan positif dan meyakini keyakinan tersebut sudah terjadi dan waktu akan segera menuntun itu untuk terjadi.
Law of attraction menjelaskan soal pikiran yang menjadi sebuah kekuatan besar untuk bisa mengendalikan kehidupan seseorang.
Baca Juga: Ramalan Tarot Juni 2025! Intip Kondisi Karir, Percintaan, dan Kesehatan Masing-Masing Elemen Zodiak
Sejarah Law of Attraction
Law of attraction sendiri mulai dikenal sejak awal abad 19 oleh tokoh filsuf Amerika Serikat, Phineas Quimby. Saat itu, Quimby mengenalkan ajaran New Thought yang mana ajaran tersebut mempelajari tentang kekuatan pikiran dalam proses penyembuhan penyakit.
Disisi lain, diketahui bahwa law of attraction juga pernah disebut dalam ajaran Buddha, berkaitan dengan konsep karma, yaitu konsep sebab akibat.
Konsep law of attraction sendiri mulai populer sejak abad 21, melalui karya Rhonda Byrne, The Secret. Manusia dikatakan sebagai pencipta masa depan melalui kekuatan perasaan dan pikiran dalam dirinya. Melalui keyakinan tersebut, seseorang akan terpacu dalam mewujudkannya. Apabila pikiran menganggap tidak mampu, maka tidak ada tindakan yang bisa dilakukan, dan pada akhirnya tidak melakukan sesuatu apapun.
Prinsip Law of Attraction
Secara prinsip, law of attraction memiliki tiga hal penting dalam penerapannya. Berikut adalah penjabaran tentang prinsip atau cara kerja dari hukum tarik menarik.
1. Energi tarik menarik hal serupa
Law of attraction bekerja serupa dengan energi seseorang. Apabila seseorang memiliki energi positif terhadap suatu hal, maka energi positif itulah yang akan menarik hal-hal positif untuk masuk ke dalam hidup seseorang.
Begitu sebaliknya, jika energi negatif yang ada dipikiran, maka itu juga menarik yang serupa yaitu hal-hal negatif.
Misalnya, ketika ingin mendapatkan nilai 100 saat ujian, jika yakin bisa memperolehnya, maka keyakinan tersebut akan menarik seseorang untuk berusaha mencapai nilai tersebut, dan melalui usaha inilah tujuan mendapatkannya akan tercapai.
2. Singkirkan pikiran negatif
Law of attraction berangkat dari pikiran seseorang terhadap suatu harapan. Hindarkan diri dari pikiran negatif, karena hukum ini sifatnya tarik menarik, maka berpikir negatif sama saja menarik hal negatif itu juga.
Coba alihkan pikiran negatif ke ranah positif untuk masuknya hal positif juga dalam hidup.
3. Berfokus pada kesempurnaan masa kini
Berfokus pada apa yang sedang dihadapi, yaitu hari ini. Hiduplah tanpa mencemaskan masa depan dan meratapi masa lalu. Energi ketakutan dan ratapan tersebut bisa mempengaruhi dan menarik pikiran negatif.
Dalam law of attraction menuntut seseorang untuk fokus, menikmati, dan bersyukur atas kehidupan hari ini.
Baca Juga: Berikut 6 Alasan Mengapa Kucing Suka Berguling-Guling, Menunjukkan Sinyal Positif dan Tanda Bahagia
Proses Terjadinya Law of Attraction
Menurut tokoh yang mempopulerkan law of attraction, Rhonda Byrne menyebut tiga proses atau cara kerja terjadinya law of attraction sebagai berikut
1. Ask (meminta)
Buat atau ucapkan permintaan secara jelas tentang apa yang diinginkan. Metode ini bisa melalui lisan maupun tulisan.
2. Believe (percaya)
Percayalah pada apa yang sudah terucap atau tertulis bahwa itu akan menjadi kenyataan. Jangan ragu atau takut terhadap permintaan tersebut. Yakinkan bahwa hal tersebut akan terwujud.
3. Receive (menerima)
Semesta akan bekerja untuk menyelaraskan terhadap kenyataan. Bisa jadi dalam fase ini muncul peluang atau kejadian yang selaras dengan keinginan yang telah diyakini.
Semesta akan menuntun untuk mewujudkan dan menemukan keinginan itu untuk hadir dan menjadi nyata.
Tahapan Mewujudkan Law of Attraction
Dalam mencapai law of attraction, terdapat langkah atau tahapan yang bisa dilakukan untuk mendorong terwujudnya manifestasi tersebut. Berikut beberapa tahapan yang bisa diterapkan.
1. Bersyukur. Coba untuk bersyukur atas apa yang telah didapatkan. Bersyukur akan menarik energi positif untuk lebih enjoy dalam menjalani hidup.
2. Manifestasi atau visualisasi tujuan. Buat manifestasi sesuai dengan apa yang diyakini. Manifestasi atau memvisualisasi tujuan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan scripting.
3. Kurangi pikiran negatif. Berpikir negatif akan menarik hal serupa, maka sebaiknya hindari perasaan dan pikiran negatif atas hal-hal yang terjadi.
4. Lihat aspek positif dari setiap permasalahan. Melihat permasalahan dari segi positif bisa membuatmu lebih bersyukur dan tenang dalam menghadapinya. Barangkali permasalahan itu hadir sebagai upaya alam untuk menyelaraskan keinginan dengan kenyataan.
5. Bertindak. Lakukan tindakan untuk meraih keinginan. Apabila telah meyakini suatu keinginan menjadi kenyataan, maka bertindaklah untuk mencapai keinginan tersebut. Selanjutnya tugas alam untuk menyelaraskan itu.
6. Meditasi. Dalam mencapai ketenangan batin, meredakan stres, dan melatih fokus, tak ada salahnya mencoba bermeditasi.
7. Belajar ikhlas. Cobalah untuk ikhlas terhadap banyaknya hal atau permasalahan yang datang. Pasti ada makna dibalik semua permasalahan yang nantinya bisa menuntun untuk menuju ke arah terbaik menurut semesta.
8. Belajar menerima kekurangan dan kelebihan diri. Penting untuk menerima diri sendiri. Menyadari bahwa setiap kekurangan itu wajar dan kelebihan itu adalah bagian dari keistimewaan pribadi seseorang.
Itu dia penjelasan tentang law of attraction atau hukum tarik menarik. Pada dasarnya hukum ini melibatkan pikiran sebagai kontrol atas kenyataan yang akan datang. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mempraktekkannya?
Editor : Imron Arlado