Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sering Tertukar, Inilah Perbedaan Gaslighting, Playing Victim, dan Guilt Trip

Eki Septian Tri Wulansari • Kamis, 22 Mei 2025 | 20:22 WIB
Sering Tertukar, Inilah Perbedaan Gaslighting, Playing Victim, dan Guilt Trip! (Sumber: Freepik)
Sering Tertukar, Inilah Perbedaan Gaslighting, Playing Victim, dan Guilt Trip! (Sumber: Freepik)

RADAR MOJOKERTO - Istilah gaslighting, playing victim, dan guilt trip tentu tak asing lagi ditelinga generasi masa kini. Pasalnya ketiga istilah tersebut acap kali digunakan dalam mendeskripsikan perilaku manipulasi yang sedang terjadi.

Namun, banyak juga orang keliru dalam mengartikan ketiga istilah jaman sekarang tersebut. Berikut adalah penjelasan pembeda antara ketiganya.

 

Gaslighting

Gaslighting adalah perilaku manipulatif pelaku dalam membuat korbannya meragukan keyakinan atau pandangannya.

Biasanya, gaslighting dilakukan untuk membuat korban merasa ragu bahkan kehilangan kepercayaan dirinya sehingga biasa bergantung pada pelaku dan pelaku dapat bebas mengontrol atau berkuasa. 

Perilaku gaslighting lekat dengan kepribadian narsistik dimana pelaku menganggap dirinya adalah orang yang paling penting.

Tak jarang pelaku gaslighting juga berbohong untuk melindungi dirinya dan seolah tidak melakukan sebuah kesalahan.

Ciri Pelaku Gaslighting

 

Playing Victim

Playing victim menjadi istilah salah satu istilah manipulatif populer di kalangan anak muda.

Dilansir dari berbagai sumber menyebut bahwa playing victim berarti dengan sengaja melimpahkan kesalahan kepada orang lain atau bisa disebut juga memutarbalikkan fakta.

Pelaku playing victim akan berperan seolah menjadi korban untuk membela dirinya dan menyalahkan si korban.

Ciri Pelaku Playing Victim

 

 

Perilaku dari pelaku playing victim bertujuan untuk membuat korban merasa bersalah atas masalah yang ditimbulkan oleh pelaku.

Selain itu, playing victim biasanya digunakan untuk menarik simpati dan perhatian orang lain atas segala kesedihannya.

 

Guilt Trip

Guilt trip merupakan teknik manipulasi yang sengaja dilakukan seseorang baik secara verbal maupun non verbal dengan tujuan membuat perasaan bersalah dan tidak nyaman pada korban.

Tujuan menerapkan guilt trip sendiri biasanya untuk membuat korban merasa bersalah, menyesal, dan malu bahkan ketika si korban tidak melakukan kesalahan.

Terkadang korban dimanipulasi agar mau menuruti kemauan pelaku atau hanya sekadar ingin membuat korban merasa bersalah.

Dampak dari teknik manipulasi satu ini biasanya adalah adanya perasaan bersalah, malu, takut, dan penyesalan dalam diri korban. 

Selain itu, tak jarang timbul kerenggangan komunikasi dan hubungan bahkan sampai menyebabkan kebencian atas praktik manipulasi guilt trip ini.

 

Ciri Pelaku Guilt Trip

Seseorang yang melakukan guilt trip tidak selalu disengaja. Kadang ada juga yang melakukan guilt trip tanpa disadari. Namun berikut karakteristik pelaku guilt trip secara verbal dan non verbal yang bisa dideteksi.

 

 

Baca Juga: 6 Pelaku Kasus Grup FB ‘Fantasi Sedarah’ dan ‘Suka Duka’ Ditangkap, Ada yang Berperan Jadi Admin hingga Member Aktif

 

Verbal

Non Verbal

 

Pada dasarnya, ketiga istilah tersebut merupakan istilah dalam ilmu psikologi yang berkaitan dengan kesehatan mental seseorang. 

Gaslighting biasanya lebih dekat dengan situasi narsistik dalam diri seseorang yang akan membuat korban merasa ragu dengan persepsinya agar selanjutnya pelaku bisa dengan mudah mengontrol diri korban.

Baca Juga: Bukan Cuma Cantik dari Luar, 7 Rutinitas Self-Care ini Bakal Bantu Kamu Menjaga Kesehatan Mental!

Playing victim lebih mengarah ke tindakan manipulasi untuk menyalahkan orang lain atas permasalahan atau hal buruk yang terjadi dalam hidupnya dan akan membangun simpati orang lain dengan nasib buruk yang dirasa selalu dialami olehnya.

Perbedaan guilt trip dengan gaslighting dan playing victim adalah bahwa guilt trip adalah trik manipulasi yang secara sengaja membuat perasaan bersalah, cemas, sedih, dan menyesal dalam diri korban.

Nah, itu dia perbedaan istilah gaslighting, playing victim, dan guilt trip yang perlu diketahui. Ketiganya bisa dialami dari lingkup mana saja seperti pertemanan, rekan kerja, bahkan keluarga sekalipun. Penting untuk mengenali ketiga perilaku manipulatif tersebut agar bisa mendeteksi dan bertindak dengan tepat apabila terdapat tindakan manipulatif disekitar. 

Editor : Imron Arlado
#Generasi Masa Kini #playing victim #perilaku manipulatif #ilmu psikologi #guilt trip #Perasaan Bersalah #narsistik #gaslighting