JPRM - Mimpi atau yang sering dijuluki sebagai bunga tidur seringkali terasa seperti pengalaman yang tak terkendali.
Sebuah dunia dimana logika tidak berlaku, dan kejadian aneh terjadi begitu saja. Namun pasti kita tidak asing dengan kemampuan untuk mengendalikan mimpi.
Fenomena ini dikenal sebagai lucid dream yaitu kondisi dimana seseorang dapat menyadari bahwa ia sedang berada di alam mimpi dan memiliki kontrol pada kejadian dalam alam tersebut.
Namun benarkah mengontrol mimpi dapat dipelajari? Ataukah ini kemampuan spesial yang tak semua orang bisa?
Ternyata, kemampuan mengontrol mimpi ini dimiliki semua orang, dengan catatan cara mereka tepat dalam mempertahankan kesadaran mereka pada saat bermimpi.
Banyak cara yang dapat dilakukan agar kita dapat mengendalikan mimpi kita.
Agar cepat terserap dalam mimpi, sebelum tidur kita dapat membayangkan hal-hal yang kita inginkan. Penting untuk diingat bahwa jika kita ingin memiliki kemampuan ini, maka hal pertama dan utama yang harus kita lakukan adalah dengan cara memperbaiki kualitas tidur.
Karena lucid dream umumnya terjadi pada periode REM (Rapid Eye Movement) yang dipengaruhi oleh kualitas tidur seseorang.
Kita juga bisa mendistraksi tidur kita dengan memutar suara-suara lirih seperti deburan ombak, sepoi angin, dan hal-hal yang kita sukai. Menggunakan metode Mnemonic Induction Of Lucid dreams atau MILD juga menjadi cara yang efektif.
Yaitu dengan cara mengatakan dan meyakinkan kepada diri sendiri bahwa ia akan bermimpi dan menjaga kesadaran bahwa ini hanyalah sebuah mimpi.
Lucid dreams tidak merusak otak, bahkan para pakar juga sepakat ketika kita rajin memanipulasi mimpi akan membuat syaraf-syaraf pada otak dapat lebih terhubung. Selain itu, lucid dreams juga bermanfaat untuk penyembuhan mental yang diakibatkan oleh trauma masalalu.
Mengendalikan mimpi adalah kemampuan yang bisa dipelajari semua orang namun digaris bawahi untuk tetap mengingat batas antara kehidupan nyata dan yang mimpi, agar tidak menimbulkan gejala depresi akibat adanya teknik induksi.
Dengan kesadaran penuh, lucid dreaming dapat menjadi pengalaman menarik tanpa mengganggu kesehatan mental. Nur Aini
Editor : Imron Arlado