JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Indonesia tentang adanya potensi gempa bumi dengan kekuatan besar yakni megathrust di Selat Sunda yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya.
Gempa megathrust Selat Sunda dapat mencapai hingga magnitude 8.9 dan berpotensi diikuti oleh gelombang tsunami. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak panik, serta mengikuti Langkah-langkah mitigasi saat bencana terjadi.
Baca Juga: Sehari, Tiga Nyawa Melayang di Jalanan Mojokerto
Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi berskala besar yang terjadi pada zona subduksi yang terjadi akibat adanya pergerakan lempeng di zona tersebut. Lempeng bumi tektonik yang lebih padat bergerak menyusup ke bawah lempeng yang lebih ringan, sehingga menyebabkan gempa bumi dengan skala magnitude 8.0 sampai 9.0.
Indonesia adalah negara yang berada di lingkaran Cincin Api Pasifik, sehingga menjadi sumber gempa bumi karena berada di zona pertemuan antar lempeng tektonik, diantaranya yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik.
Salah satu zona subduksi yang ada di Indonesia terletak membentang Panjang di bagian barat Sumatera. Indonesia memiliki pengalaman gempa megathrust, yakni Gempa dan Tsunami Aceh pda 26 Desember 2004, dengan magnitude 9.1-9.3 yang terjadi pada zona subduksi tersebut.
Efek dari gempa megathrust dapat menimbulkan berbagai dampak besar, seperti tsunami yang bisa menghantam pesisir pantai dalam waktu singkat, likuefaksi yang membuat tanah kehilangan kekuatan dan menjadi seperti lumpur, serta kerusakan infrastruktur seperti bangunan, jalan, dan jaringan listrik.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan gempa megathrust akan terjadi. Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang, waspada, melakukan Langkah mitigasi, serta memantau terus informasi dari BMKG. AHDAN
Editor : Imron Arlado