JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bencana maupun keadaan darurat bisa terjadi kapan saja. Setiap daerah memiliki karakteristik risiko yang berbeda sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenali potensi bencana sesuai daerahnya masing-masing.
Indonesia merupakan negara rawan bencana. Mengenali potensi bencana penting bagi masyarakat agar bisa melakukan mitigasi lebih awal. Beberapa bencana yang berpotensi di Indonesia seperti banjir, erupsi gunung, gempa bumi, kebakaran hutan/lahan, tanah longsor, tsunami, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.
Baca Juga: Rawan Bencana atau Kaya Sumber Daya? Dilema Indonesia di Ring of Fire
Begini cara mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar:
Perhatikan lingkungan sekitar
- Apabila tinggal di dekat sungai, maka perlu mewaspadai bencana banjir
- Apabila tinggal di daerah lereng, maka perlu mewaspadai bencana longsor
- Apabila tinggal di wilayah pesisir, maka perlu mewaspadai bencana tsunami
- Apabila tinggal di wilayah kaki pegunungan aktif, maka perlu mewaspadai bencana erupsi gunung
- Apabila tinggal di wilayah dengan riwayat kekeringan, maka perlu memperhatikan ketersediaan air
- Seluruh wilayah perlu mewaspadai potensi bencana gempa dan kebakaran hutan dan lahan
Cek peta risiko bencana
Masyarakat bisa menggunakan aplikasi InaRISK maupun Website InaRISK untuk mengetahui risiko bencana berdasarkan wilayah masing-masing.
- Buka aplikasi InaRISK
- Login atau Sign as Guest
- Cari nama daerah atau lokasi
- Kemudian akan muncul list potensi bencana di sekitar lokasi tersebut beserta langkah mitigasi sebelum bencana, selama bencana, dan setelah bencana.
- Pada website, cukup masukkan nama lokasi serta pilih jenis ancaman bencana, lalu perhatikan tingkat risikonya.
Pantau informasi dari lembaga resmi
Pantai informasi resmi dari BMKG yang menyediakan cek potensi cuaca ekstrem, prakiraan hujan, angin kencang, hingga gempa bumi, hingga informasi resmi dari BNPB dan BPBD.
Kenali tanda dari lingkungan
Sebelum bencana terjadi, biasanya lingkungan akan menunjukkan perubahan secara berkala dan bertahap. Kenali perubahan tersebut untuk melakukan mitigasi dan evakuasi lebih awal, seperti perubahan kondisi sungai, air laut yang tiba-tiba surut, gemuruh/dentuman, retakan pada tanah, perubahan cuaca ekstrem, hingga peringatan gelombang tinggi.
Proses mitigasi
Setelah mengetahui potensi bencana sesuai wilayah masing-masing, segera lakukan mitigasi seperti menentukan jalur evakuasi, mengetahui titik kumpul, menyiapkan tas siaga bencana (TSB), menyimpan nomor darurat, hingga tetap update terhadap informasi resmi tentang bencana.
Baca Juga: Waspada Gempa Megathrust, Ini 11 Barang yang Wajib Disimpan di Tas Siaga Bencana
Mengetahui potensi bencana sesuai wilayah merupakan langkah dalam memahami risiko yang mungkin timbul apabila bencana benar-benar terjadi. Hal tersebut membuat masyarakat lebih siap dalam menghadapi kemungkinan bencana. NAVA
Editor : Imron Arlado