Jejak Sejarah dan Potensi Alam Desa Ngembat di Lereng Pegunungan Anjasmoro

Imron Arlado • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:04 WIB
Desa di lereng Pegunungan Anjasmoro yang kaya akan alam, pertanian, budaya, dan sejarah. Harmoni masyarakat serta potensi wisata menjadikan Ngembat desa yang unik dan penuh pesona.
Desa di lereng Pegunungan Anjasmoro yang kaya akan alam, pertanian, budaya, dan sejarah. Harmoni masyarakat serta potensi wisata menjadikan Ngembat desa yang unik dan penuh pesona.

 JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Desa Ngembat adalah desa terpencil disekitar perbukitan yang terletak di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Menurut leluhur dan cerita sejarah nama Ngembat dahulu dikenal dengan Desa Ledok.

Desa Ledok dulu terletak di bawah dekat aliran atau bantaran sungai. Dengan kondisi yang seperti itu, tak lama kemudian warga berpindah tempat ke dataran yang lebih tinggi. Dengan berpindahnya warga ke tempat dataran yang lebih tinggi akhirnya wilayah tersebut dinamakan Desa Ngembat. 

Letak geografis berada di wilayah dataran tinggi (lereng Pegunungan Anjasmoro) ketinggian sekitar 500 hingga 800 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini berada di ujung selatan Kecamatan Gondang yang memiliki potensi wisata alam.

Baca Juga: Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Ajak Gen Z dan Alpha Uri-Uri Kesenian Ludruk  

Meskipun Desa Ngembat terkenal dengan desa yang terpencil tetapi desa tersebut mempunyai keunggulan. Keunggulan Desa Ngembat yaitu dikenal sebagai daerah dengan hasil pertanian yang subur dan melimpah serta pernah menjadi lokasi program inovasi hijau dan pengelolaan lingkungan seperti “Ngembat Ekologis”.

Adanya program “Ngembat Ekologis” ini juga melalui inovasi pengelolaan lingkungan hidup dan optimalisasi hasil bumi unggulan seperti perkebunan kakao, demi mendongkrak perekonomian warga setempat. Di Dusun Blentreng Desa Ngembat juga ditemukan adanya situs purbakala peninggalan era Kerajaan Majapahit maupun Mataram Kuno, seperti Situs Candi Goa Pari dan Candi Watu Payung.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Tambah Meja dan Kursi Sekolah

Sejak abad ke-20, desa ini menjadi tempat bertemunya para pendatang dari luar daerah seperti Kediri dan Blitar. Pada kisaran tahun 1954, ajaran Buddha Jawi Wisnu yang kemudian bertransformasi menjadi agama Hindu Jawa dan mulai berkembang di Desa Ngembat ini pada akhirnya hidup berdampingan secara harmonis dengan pemeluk agama lainnya hingga sekarang. ANGGUN

Editor : Imron Arlado
dusun mblentreng desa ngembat gondang sejarah mojokerto