JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kasus dugaan penipuan yang menimpa vokalis band Kotak, Tantri, tengah menjadi sorotan publik. Peristiwa ini mencuat setelah Tantri mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial, di mana ia merasa dikhianati oleh orang yang selama ini dianggap sebagai teman dekat. Ungkapan emosional tersebut langsung memicu perhatian warganet dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kronologi kejadian.
Awalnya, Tantri disebut menjalin kerja sama dengan temannya dalam sebuah proyek bisnis. Ia percaya penuh pada rekannya itu karena hubungan pertemanan yang sudah terjalin lama. Namun, kepercayaan tersebut justru berujung pada dugaan penipuan, di mana Tantri merasa dirugikan secara materi maupun emosional.
Baca Juga: Pelajar SRMP 15 Mojokerto Mampu Bersaing dan Bertabur Prestasi
Dalam keterangannya, Tantri mengaku sudah memberikan sejumlah dana untuk mendukung proyek tersebut. Ia berharap kerja sama itu bisa berjalan lancar dan memberikan keuntungan bersama. Sayangnya, setelah dana diberikan, proyek yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Bahkan, komunikasi dengan sang teman mulai terputus dan sulit dijangkau.
Kekecewaan Tantri semakin mendalam ketika mengetahui bahwa uang yang ia berikan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk proyek yang dijanjikan. Hal ini membuatnya merasa dikhianati, terlebih karena pelaku adalah orang yang selama ini ia percaya. Tantri pun akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan pengalaman pahit ini kepada publik.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Merah Putih di Kabupaten Mojokerto Angkat Derajat Wong Cilik
Unggahan Tantri di media sosial langsung menuai beragam respons. Banyak penggemar dan rekan sesama musisi yang memberikan dukungan moral, menyarankan agar ia menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tak sedikit pula warganet yang mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam menjalin kerja sama, meskipun dengan orang yang sudah dikenal lama.
Hingga kini, Tantri belum memberikan detail lebih lanjut mengenai langkah hukum yang akan ditempuh. Namun, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga kewaspadaan dalam urusan bisnis. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pengkhianatan bisa datang dari orang terdekat sekalipun.
FERDI
Editor : Imron Arlado