Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Harga Minyak Dunia: Update Pasar Energi Global 

Imron Arlado • Rabu, 10 Juni 2026 | 18:00 WIB
Harga Minyak Dunia naik, pasar energi global makin sensitif terhadap geopolitik.
Harga Minyak Dunia naik, pasar energi global makin sensitif terhadap geopolitik.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Harga minyak dunia hari ini menunjukkan tren penguatan setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya. Minyak mentah Brent tercatat naik ke kisaran USD93,08 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD89,78 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus memengaruhi pasar energi internasional. 

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan utama. Insiden militer terbaru memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz yang dikenal sebagai jalur vital distribusi energi dunia. Kondisi ini membuat investor lebih waspada dan mendorong harga minyak naik. 

Baca Juga: Jembatan di Ruas Jalan Nasional Pungging Ditutup Total

Selain faktor geopolitik, laporan terbaru menunjukkan stok minyak mentah AS turun tajam hingga 9,12 juta barel, jauh di atas perkiraan analis. Penurunan persediaan ini memperkuat sentimen pasar bahwa pasokan global semakin ketat, sehingga mendukung kenaikan harga. 

Di sisi lain, permintaan dari Tiongkok masih melemah akibat perlambatan ekonomi, yang menjadi penyeimbang terhadap tekanan harga. Namun, secara keseluruhan, pasar energi global tetap sensitif terhadap perkembangan politik dan ekonomi, sehingga harga minyak diperkirakan akan terus berfluktuasi dalam beberapa waktu ke depan. 

Baca Juga: Setahun, 854 Ribu Penumpang Naik Trans Jatim Koridor VI

Pasar energi juga dipengaruhi oleh kebijakan produksi dari OPEC+. Organisasi ini masih mempertahankan strategi pemangkasan produksi untuk menjaga harga tetap stabil. Namun, jika ketegangan geopolitik semakin meningkat, langkah OPEC+ mungkin tidak cukup untuk menahan lonjakan harga. 

Selain itu, tren transisi energi menuju sumber daya terbarukan juga memberi tekanan jangka panjang terhadap permintaan minyak. Negara-negara maju semakin gencar mendorong penggunaan energi bersih, meski dalam jangka pendek minyak tetap menjadi komoditas utama yang menentukan stabilitas ekonomi global. 

Baca Juga: Marta Divonis Lebih Ringan Dua Tahun

Investor kini menaruh perhatian pada laporan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa. Data inflasi dan kebijakan suku bunga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga minyak, karena keduanya berdampak langsung pada permintaan energi. 

Secara keseluruhan, harga minyak dunia saat ini berada dalam posisi yang rapuh. Kombinasi antara ketegangan geopolitik, penurunan stok, dan ketidakpastian ekonomi global membuat pasar energi berada dalam kondisi penuh risiko. Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan terbaru yang bisa memicu perubahan harga secara drastis. 

 

Editor : Imron Arlado
#update pasar #pasar #harga minyak dunia #minyak mentah