JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ribuan jemaah haji Kabupaten Mojokerto bersiap menjalani puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Mulai malam nanti, mereka akan berangsur-angsur bertolak dari Makkah ke Arafah untuk menjalani wukuf yang dimulai pada Selasa (26/5), hingga lempar jumrah terakhir di Mina, Sabtu (30/5) nanti.
Namun, dari 1.215 CJH yang terdata, dua jemaah terpaksa melakoni safari wukuf karena terkendala fisik. Yakni, Mulyadi Karto yang terkendala usia lanjut dan Suparni Sudono yang harus menjalani perawatan medis akibat menderita stroke. Dua jemaah di bawah naungan KBIHU As Syarif ini akan menjalani wukuf khusus dengan pendampingan tim medis.
Baca Juga: Jembatan Peradaban Mojokerto - Kairo: Santri Markaz Lughoh eLKISI Tembus Forum Elit Al-Azhar
’’Ada dua jemaah kloter 64 yang mengikuti safari wukuf dikarenakan faktor lansia dan risiko tinggi. Untuk pendorongan jemaah ke Arafah pada Senin (25/5) mulai pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS),’’ ujar Petugas Kemenhaj Kabupaten Mojokerto Khudori, kemarin (25/5).
Setelah wukuf, pada Selasa (26/5), CJH langsung bergeser ke Muzdalifah untuk menjalani mabit mulai pukul 23.00 WAS. Mereka akan istirahat sebentar sebelum digeser ke Mina, Rabu (27/5) dini hari, untuk persiapan lempar jumrah. Lempar jumrah sendiri dijadwalkan berjalan selama tiga hari dari Mina ke Jamarat. Setelah itu, CJH kembali ke hotel Makkah, pada Sabtu (30/5) pukul 14.00 WAS.
Agar ritual wajib haji berjalan lancar, pemeriksaan kesehatan jemaah terus diintensifkan petugas. Setiap hari, kondisi fisik mereka diperiksa agar kendala yang dihadapi bisa diatasi. Tidak hanya cek kesehatan, jemaah juga diberikan bimbingan khusus mengenai ritual wajib haji dari masing-masing petugas kloter.
’’Sebagian besar jamaah intens mengikuti bimbingan dan edukasi persiapan Armuzna serta pemeriksaan kesehatan,’’ imbuhnya. Selain dua CJH yang menjalani safari wukuf, 91 jemaah juga diusulkan mengikuti program murur, atau pergeseran dari Arafah ke Mina tanpa bermalam di Muzdalifah.
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Juara Liga 1 2026, Bobotoh Rayakan Hattrick Bersejarah
Sebanyak 91 jemaah tersebut tergabung di kloter 64 Surabaya (SUB). Tak jauh beda, usulan murur juga disebabkan karena faktor kesehatan yang tidak mumpuni. ’’Dikarenakan faktor lansia, risiko tinggi, disabilitas, obesitas, dan diikuti pendamping jemaah dengan empat kategori tersebut,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Imron Arlado