Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Jemaah Haji Jalani Perawatan di Rumah Sakit Dari Terbentur Ekskalator hingga Alami Stroke Ringan

Farisma Romawan • Senin, 18 Mei 2026 | 11:16 WIB
DIPANTAU: Petugas kesehatan keliling memeriksa kesehatan jemaah haji Kabupaten Mojokerto setiap hari di hotel. Ok-ris
DIPANTAU: Petugas kesehatan keliling memeriksa kesehatan jemaah haji Kabupaten Mojokerto setiap hari di hotel. Ok-ris

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kesehatan ribuan jemaah haji Kabupaten Mojokerto dipantau intensif tim medis haji. Sebab, terdapat tiga CJH yang kesehatannya menurun, sehingga harus dirawat di rumah sakit. Mereka adalah Suparni, Siti Ruchanah, dan Martini, CJH kloter 64 yang harus dibawa ke Rumah Sakit Al Noor Makkah dan King Faisal Hospital Makkah, karena kelelahan hingga penyakitnya kambuh. 

Dimulai dari Suparni yang mengalami cedera di kepala karena terbentur ekskalator. Setelah menjalani perawatan sejak Selasa (12/5), jemaah dari KBIHU As Syarif ini akhirnya bisa diperbolehkan kembali ke hotel pada Kamis (14/5). 

Kemudian, Siti Ruchanah juga harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami diare, kemarin (17/5) pagi WAS. Namun, setelah diberi beberapa obat, jemaah KBIHU As Syarif ini akhirnya diperbolehkan pulang siang harinya.

Baca Juga: Siswa Kini Wajib Kuasai AI? Ini Fakta Kurikulum Baru 2026

Sedangkan Martini terpaksa dirawat intensif di King Faisal Hospital Makkah, setelah sejak awal keberangkatan mengalami stroke ringan. Hingga kini, kesehatan jemaah KBIUH An Namiroh ini masih proses menjalani penyembuhan dengan ruang inap rumah sakit.

’’Tiga jemaah kloter 64 mendapat perawatan medis. Dua jemaah sudah boleh pulang, sementara satu masih dirawat,’’ ungkap Tim Pendamping Haji Kloter (TPHK) 64, Khudori.

Atas kondisi ini, petugas haji tak henti-hentinya mengimbau kepada jemaah agar membatasi aktivitasnya. Termasuk tidak banyak bepergian ke Masjidilharam, melaksanakan umrah sunnah atau city tour.

Baca Juga: Tren Lari Sore dan Fun Run Makin Diminati Generasi Muda

Sebab, tantangan lebih berat akan dihadapi jemaah kurang dari sembilan hari ke depan, yakni puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Makan teratur dan istirahat yang cukup menjadi saran yang terus didengungkan petugas haji.

’’Karena jemaah harus bisa mengukur kekuatan fisik masing-masing. Jangan dipaksa untuk beraktivitas di luar hotel. Selain faktor fisik, suhu udara di luar juga panas dan kering,’’ tandasnya.

Selain imbauan, petugas juga rutin memeriksa fisik jemaah. Setiap pagi, tim medis dibantu pendamping kloter mendatangi satu persatu jemaah di hotel tempatnya menginap. Selain diperiksa, mereka juga diberi asupan suplemen dan vitamin.

Baca Juga: Sebelum Beli MacBook Neo, Wajib Tahu 5 Hal Ini!

’’Karena puncak ibadah haji masih kurang sekitar sembilan hari lagi. Jaga kesehatan dengan makan teratur, istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih,’’ tandasnya. (far/ris)

Editor : Imron Arlado
#Jemaah Haji Mojokerto #Kesehatan Jemaah Haji #Kloter 64 #kabupaten mojokerto #Haji 2026