JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Apple kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan MacBook Neo, laptop entry-level yang diklaim lebih terjangkau dibanding seri Air maupun Pro. Kehadiran perangkat ini langsung menyita perhatian publik, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa yang mencari laptop dengan harga ramah di kantong.
Harga murah bukan berarti tanpa kompromi. MacBook Neo hadir dengan sejumlah keterbatasan yang perlu dicermati sebelum membeli. Dari sisi performa, layar, hingga port, perangkat ini jelas berbeda dari lini MacBook yang lebih premium.
Hal pertama yang wajib diketahui adalah penggunaan chipset A18 Pro. Chip ini sejatinya berasal dari iPhone 16 Pro, bukan dari keluarga M-series yang selama ini menjadi andalan MacBook. Performa cukup untuk aktivitas ringan, namun kurang mendukung pekerjaan berat seperti editing video.
Baca Juga: Libur Panjang, Penumpang KA di Mojokerto Melonjak
Kedua, MacBook Neo hanya dibekali RAM 8GB dengan bandwidth memori 60GB/s. Kapasitas ini tidak bisa di-upgrade, sehingga multitasking berat akan terasa terbatas. Bagi pengguna yang terbiasa membuka banyak aplikasi sekaligus, hal ini bisa menjadi kendala serius.
Ketiga, sektor layar juga patut diperhatikan. Panel Liquid Retina berukuran 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel hanya mendukung cakupan warna sRGB. Tanpa True Tone dan gamut warna P3, kualitas visualnya lebih sederhana dibanding MacBook Air atau Pro.
Keempat, port yang tersedia cukup terbatas. MacBook Neo hanya memiliki dua USB-C, dengan satu port mendukung USB 3 untuk transfer data dan layar eksternal, sementara port lainnya hanya USB 2. Tidak ada Thunderbolt maupun MagSafe, sehingga fleksibilitas konektivitas berkurang.
Kelima, sektor baterai menjadi perhatian berikutnya. Kapasitas 36,5 Wh diklaim mampu bertahan hingga 16 jam untuk video streaming. Namun, untuk aktivitas browsing aktif, daya tahan hanya sekitar 11 jam. Charger bawaan pun hanya 20W tanpa dukungan fast charging.
Baca Juga: Kontraktor Pasar Wisata Desa Sumbersono Mojokerto Bakal Dituntut Pekan Depan
Jika dibandingkan dengan MacBook Air, perbedaan terlihat jelas. Air hadir dengan chip M2, RAM yang bisa di-upgrade hingga 24GB, layar dengan gamut warna P3, serta dukungan MagSafe dan Thunderbolt. Perbedaan ini membuat MacBook Air lebih unggul untuk penggunaan jangka panjang.
Meski begitu, MacBook Neo tetap memiliki daya tarik tersendiri. Dengan harga Rp7–10 jutaan, perangkat ini menjadi pintu masuk bagi pengguna yang ingin merasakan ekosistem macOS tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
MacBook Neo cocok untuk pelajar, mahasiswa, atau pengguna rumahan dengan kebutuhan ringan. Namun, bagi profesional kreatif atau pekerja yang membutuhkan performa tinggi, menambah sedikit biaya untuk membeli MacBook Air akan lebih bijak.
KALKY
Editor : Imron Arlado