Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hari Buku Nasional: Mengapa Kita Masih Malas Membaca di Era yang Serba Digital?

Imron Arlado • Minggu, 17 Mei 2026 | 18:12 WIB
Hari Buku Nasional: Mengapa Kita Masih Malas Membaca di Era yang Serba Digital?
Hari Buku Nasional: Mengapa Kita Masih Malas Membaca di Era yang Serba Digital?
 
JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, akses terhadap informasi kini menjadi jauh lebih mudah. Hanya dengan ponsel di tangan, masyarakat dapat membaca berita, artikel, hingga buku digital kapan saja dan di mana saja. Namun ironisnya, minat membaca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, masih menjadi tantangan besar di era digital saat ini.

Peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh setiap 17 Mei kembali menjadi pengingat penting bahwa budaya membaca belum sepenuhnya tumbuh kuat di Indonesia. Meski teknologi semakin canggih, banyak orang justru lebih sering menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial dibanding membuka buku atau membaca artikel yang bermanfaat.

Fenomena ini dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adalah perubahan pola konsumsi informasi yang kini serba cepat dan instan. Konten pendek berbentuk video singkat dinilai lebih menarik dan mudah dicerna dibanding membaca buku dengan ratusan halaman.

Selain itu, distraksi digital juga menjadi penyebab utama menurunnya kebiasaan membaca. Notifikasi media sosial, game online, hingga hiburan streaming membuat banyak orang sulit fokus untuk meluangkan waktu membaca dalam durasi lama.

Baca Juga: Diduga Ngantuk, Pelajar Asal Surabaya Tewas Usai Tabrak Truk KDMP di Mojokerto

Padahal, membaca memiliki banyak manfaat penting. Tidak hanya menambah wawasan, membaca juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperluas kosa kata, serta melatih konsentrasi dan imajinasi. Kebiasaan membaca bahkan dinilai dapat membantu seseorang lebih kreatif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, perkembangan teknologi sebenarnya juga membuka peluang baru untuk meningkatkan budaya literasi. Kini masyarakat dapat mengakses ribuan buku digital secara gratis maupun berlangganan melalui berbagai aplikasi. Kehadiran audiobook hingga perpustakaan digital juga membuat aktivitas membaca menjadi lebih fleksibel dan modern.

Pemerintah, sekolah, dan keluarga memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca sejak dini. Membiasakan anak membaca buku selama beberapa menit setiap hari dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif untuk membangun budaya literasi.

Momentum Hari Buku Nasional diharapkan tidak hanya menjadi perayaan simbolis semata, tetapi juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk kembali dekat dengan buku di tengah derasnya arus digitalisasi. Sebab di era modern seperti sekarang, kemampuan membaca dan memahami informasi tetap menjadi kunci penting menghadapi masa depan.

JATI

Editor : Imron Arlado
#hari buku nasional #budaya membaca buku #generasi muda #literasi digital #minat baca