JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Xiaomi resmi mengumumkan berakhirnya era MIUI setelah lebih dari satu dekade mendampingi pengguna. Mulai Maret 2026, sistem operasi MIUI tidak lagi mendapat pembaruan, digantikan sepenuhnya oleh HyperOS sebagai platform utama di seluruh perangkat Xiaomi, Redmi, dan Poco.
HyperOS 4 menjadi tonggak penting dengan menghadirkan desain antarmuka baru bernama Liquid Glass. Tampilan transparan menyerupai kaca ini memberikan nuansa elegan dan modern, sekaligus menegaskan identitas visual baru Xiaomi.
Perubahan besar juga terlihat pada integrasi warna Leica. Warna khas Leica yang sebelumnya hanya hadir di kamera kini merambah ke seluruh sistem, mulai dari ikon, menu, hingga elemen UI, memberikan pengalaman visual premium bagi pengguna.
Dari sisi teknologi, Xiaomi menulis ulang aplikasi inti menggunakan bahasa Rust. Langkah ini meningkatkan keamanan memori dan performa, sekaligus mengurangi bug dan crash yang kerap dikeluhkan pengguna MIUI.
Selain Rust, Xiaomi juga mengadopsi Flutter untuk komponen antarmuka. Dengan teknologi ini, pengalaman lintas perangkat menjadi lebih konsisten, baik di smartphone, tablet, maupun perangkat IoT.
HyperOS 4 bukan sekadar pembaruan sistem, melainkan bagian dari strategi besar Xiaomi yang disebut Grand Convergence. Strategi ini mengintegrasikan chip buatan sendiri, sistem operasi internal, dan model AI dalam satu ekosistem.
Perubahan ini menandai ambisi Xiaomi untuk bersaing di level global, tidak hanya sebagai produsen smartphone, tetapi juga sebagai pemain utama dalam ekosistem teknologi pintar, termasuk kendaraan listrik dan perangkat rumah pintar.
Baca Juga: Diduga Ngantuk, Pelajar Asal Surabaya Tewas Usai Tabrak Truk KDMP di Mojokerto
Bagi pengguna, transisi ini membawa konsekuensi penting. Perangkat lama berbasis MIUI tidak lagi mendapat update keamanan maupun fitur baru. Xiaomi mendorong pengguna untuk beralih ke perangkat dengan HyperOS agar tetap mendapat dukungan penuh.
HyperOS 4 dijadwalkan meluncur pada Juni 2026. Pengguna diharapkan menantikan pembaruan besar ini yang menjanjikan pengalaman lebih ringan, stabil, dan aman dibandingkan MIUI.
Dengan perubahan radikal ini, Xiaomi menegaskan komitmennya menghadirkan sistem operasi yang lebih modern, aman, dan terintegrasi. HyperOS bukan sekadar pengganti MIUI, melainkan fondasi baru bagi masa depan ekosistem Xiaomi.
KALKY
Editor : Imron Arlado