JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sebagian banyak orang masih mengira semua BBM memiliki fungsi yang sama untuk kendaraan. Padahal, jenis dan kualitas BBM ternyata sangat mempengaruhi performa mesin, konsumsi bahan bakar, hingga ketahanan kendaraan dalam jangka panjang.
Setiap kendaraan sudah dirancang dengan spesifikasi mesin tertentu. Karena itu, pabrikan biasanya memberikan rekomendasi jenis BBM yang sesuai agar mesin dapat bekerja maksimal.
Masih banyak orang juga yang berpikir semakin mahal BBM maka semakin bagus untuk semua kendaraan. Padahal yang paling penting adalah kesesuaian dengan spesifikasi mesin.
Dan jika BBM yang digunakan tidak cocok, performa kendaraan dapat menurun dan mesin berisiko mengalami masalah saat digunakan secara terus menerus.
Dalam dunia otomotif, BBM memiliki angka oktan atau RON (Research Octane Number). Angka tersebut menunjukkan kemampuan BBM menahan tekanan saat proses pembakaran di dalam mesin.
Semakin tinggi kompresi mesin kendaraan, biasanya semakin tinggi pula kebutuhan oktannya. Contohnya, beberapa motor dan mobil modern lebih cocok menggunakan BBM dengan RON 92 atau lebih tinggi karena sistem mesinnya sudah dirancang untuk pembakaran yang lebih presisi.
Jika kendaraan dengan kompresi tinggi menggunakan BBM beroktan rendah, pembakaran dapat terjadi terlalu cepat. Kondisi tersebut disebut knocking atau mesin ngelitik. Dampaknya, tenaga kendaraan akan terasa menurun, mesin cepat panas, dan konsumsi BBM menjadi lebih boros.
Sebaliknya, menggunakan BBM beroktan terlalu tinggi pada kendaraan yang tidak membutuhkan atau tidak sesuai juga belum tentu membuat kendaraan lebih kencang.
Mesin akan tetap bekerja sesuai desainnya, sehingga peningkatan performa biasanya tidak terlalu terasa saat digunakan dan akan berakibat boros pada penggunaan BBM.
Baca Juga: HUT ke-21 RSUD R.A Basoeni, Baksos Obat dan Sembako Disalurkan untuk Warga Pondok 99 Kemlagi
BBM yang sesuai membuat proses pembakaran di ruang mesin menjadi lebih sempurna. Saat pembakaran optimal, tenaga kendaraan terasa lebih ringan dan responsif, terutama ketika berakselerasi atau digunakan di tanjakan.
penggunaan BBM yang tepat juga membantu menjaga efisiensi bahan bakar. Jadi, kendaraan dapat menempuh jarak lebih jauh dengan konsumsi BBM yang lebih stabil.
Jadi, banyak kendaraan yang lebih modern akan terasa lebih halus dan nyaman saat menggunakan BBM sesuai yang di rekomendasi setelan pabrikannya.
Dan rekomendasi BBM dari pabrikan juga sudah melalui berbagai pengujian agar mesin dapat bekerja optimal, efisien, dan tetap awet dalam jangka panjang.
Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin dapat memunculkan beberapa gejala, seperti:
-
Tarikan kendaraan terasa berat
-
Mesin cepat panas
-
Suara mesin menjadi kasar atau ngelitik
-
Konsumsi BBM lebih boros
-
Akselerasi terasa lambat
-
Mesin terasa bergetar saat digunakan
Kualitas BBM juga berpengaruh pada ketahanan komponen mesin. BBM yang tidak sesuai atau kualitasnya buruk dapat meninggalkan kerak karbon di ruang bakar, piston, injektor, hingga katup mesin. Kerak tersebut lama-kelamaan dapat mengganggu sistem pembakaran dan membuat komponen mesin lebih cepat rusak.
Pada kendaraan injeksi modern, kondisi tersebut dapat menyebabkan sensor mesin bekerja tidak normal. Jika sudah parah, biaya perbaikannya bisa cukup mahal.
Pembakaran yang tidak sempurna juga dapat menyebabkan emisi gas buang meningkat dan membuat kendaraan menjadi kurang ramah lingkungan.
Saat ini, banyak mobil dan motor menggunakan teknologi injeksi serta sensor elektronik yang lebih canggih. Teknologi tersebut memang membantu mesin bekerja lebih efisien, tetapi juga membuat kendaraan lebih sensitif terhadap kualitas BBM.
Jadi, penggunaan BBM sesuai rekomendasi menjadi semakin penting. Jika terus menggunakan BBM yang tidak cocok, performa kendaraan dapat perlahan menurun meski kerusakan tidak langsung terasa dalam waktu singkat.
Menggunakan BBM yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat seperti:
-
Performa mesin lebih stabil
-
Tarikan kendaraan lebih responsif
-
Konsumsi BBM lebih efisien
-
Mesin lebih awet
-
Emisi kendaraan lebih terjaga
-
Risiko kerusakan mesin lebih kecil
Jadi, pemilihan BBM bukan hanya soal harga, tetapi juga soal menjaga kondisi kendaraan agar tetap nyaman digunakan dan tidak cepat mengalami kerusakan.
LULUS
Editor : Imron Arlado