Tahap seleksi event Gebyar PAUD Ceria 2026 bersama Ning Hanna tingkat kecamatan terus berlanjut. Ribuan siswa usia dini di Kecamatan Trawas pun turut beradu kreativitas melalui lomba kolase sekaligus fingerpaint. Dengan memanfaatkan bahan alam dan pewarna yang aman bagi anak, media koran Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) dihias semenarik mungkin oleh masing-masing peserta.
Didampingi organisasi mitra (ormit) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dan Himpunan Pendidikan Pos PAUD (HP3), pelaksanaan lomba yang dipusatkan di Taman Ghanjaran Trawas tersebut menjadi tahap seleksi awal untuk menentukan para finalis yang berhak melaju ke tingkat kabupaten.
Ketua Panitia Gebyar PAUD Ceria 2026 bersama Ning Hanna, Ahmad Basuni menuturkan, proses seleksi akan berlangsung hingga 25 Mei nanti. Mekanisme penyisihan dikawal oleh ormit pendidikan anak usia dini. Selain lomba kolase dan fingerpaint, lanjutnya, HIMPAUDI dan HP3 juga menggelar lomba bercerita guru dan anak hingga mendongeng ayah dan anak. ’’Dari seleksi itu, nantinya akan dipilih satu peserta terbaik di setiap kecamatan di masing-masing ormit,’’ urainya, kemarin (14/5).
Baca Juga: Mengenang Gerakan Pemuda Mojokerto, Berubah Jadi Anarkis, Bubar setelah Tembakan Peringatan
Mereka yang terpilih akan masuk ke grand final untuk memperebutkan Piala Ning Hanna sebagai Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto. ”Jadi, di grand final nanti akan memperebutkan Piala Bunda PAUD dengan delapan kategori lomba di masing-masing satuan pendidikan,” tandasnya.
Basuni menambahkan, event hasil kerja bareng JPRM dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini merupakan rangkaian acara menyambut Hari Anak Nasional 2026 sekaligus memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto. Event yang berlangsung pada awal Juni tersebut menjadi acara jenjang pendidikan usia dini yang terbesar dan digelar perdana.
Sebab, dengan menggandeng empat lembaga di bawah naungan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), HP3, dan HIMPAUDI, terdapat beragam jenis lomba yang akan digeber. ’’Lomba disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing ormit,’’ tuturnya.
Baca Juga: Pekan Depan Mulai Disidang, Perkara Gugatan Parkir Berlangganan di Kota Mojokerto
Jenis lomba yang akan digelar tersebut antara lain, lomba mewarnai, fingerpaint, kolase, hingga mendongeng tentang kearifan lokal Majapahit. Yang di mana, seluruh lomba juga akan memanfaatkan media koran JPRM. ’’Tidak hanya peserta didik, nantinya juga ada lomba untuk pendidik sekaligus melibatkan orang tua murid juga,’’ imbuh Basuni.
Gelaran lomba bertema Menebar Senyum, Merajut Asa menuju Mojokerto Hebat, ini diharapkan bisa mengasah kreativitas anak didik sejak dini. Sekaligus memacu sportivitas mereka dalam berkompetisi. ’’Diharapkan kegiatan ini bisa mewujudkan peserta didik menjadi generasi yang berkarakter, ceria, dan gigih,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Imron Arlado