JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ratusan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Mojokerto sudah menerima kendaraan truk, pikap, roda tiga, hingga rak untuk mendukung percepatan operasional. Bahkan, 80 koperasi di antaranya bakal di-launching serentak oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring, Sabtu (16/5) besok.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Kabupaten Mojokerto Abdulloh Muhtar mengatakan, pembangunan gerai KDMP di kabupaten hingga kini memang masih terus digeber.
Selain sudah ada 106 desa yang pembangunan gerainya rampung 100 persen, pemerintah juga mulai mendistribusikan kendaraan operasional sebagai pendukung KDMP.
Baca Juga: Remove Background Online: The Modern Way to Create Clean and Professional Images
’’Di Kabupaten Mojokerto, ada 148 desa yang sudah menerima kendaraan operasional untuk KDMP,’’ ungkapnya, kemarin (14/5).
Penyaluran kendaraan seperti truk, pikap, dan roda tiga bagian dari upaya percepatan operasional koperasi. Tak sekadar itu, ratusan desa yang pembangunan gerainya sudah tuntas, sebagian juga sudah menerima rak untuk etalase penjualan produk.
’’Termasuk ada juga yang sudah menerima perlengkapan mesin kasir, AC, mebel klinik, palet, dan meja,’’ tegasnya.
Baca Juga: Mengenang Gerakan Pemuda Mojokerto, Berubah Jadi Anarkis, Bubar setelah Tembakan Peringatan
Pemenuhan kelengkapan tersebut bagian dari percepatan operasional koperasi yang dinilai telah siap sepenuhnya. Sebab, sesuai informasi, update dari pemerintah pusat, gerai KDMP yang sudah siap ini bakal di-launching serentak secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
’’Khusus di Kabupaten Mojokerto, ada 80 titik yang di-launching secara daring oleh Bapak Presiden,’’ jelasnya.
Sehingga, lanjut Muhtar, dari 106 desa yang pembangunan gerainya sudah rampung, setidaknya terdapat 80 desa yang siap beroperasi.
Baca Juga: Pekan Depan Mulai Disidang, Perkara Gugatan Parkir Berlangganan di Kota Mojokerto
Sehingga sebagai pemenuhan produk yang dijual, sejumlah desa kini sedang mengambil pendistribusian produk dari Indomarco di Jalan Jatipelem Diwek, Kabupaten Jombang.
Sebelumnya terkait keterlibatan TNI dalam pembangunan gerai KDMP di kabupaten, Muhtar menyampaikan terima kasih karena ada percepatan realisasi. Sehingga program strategis nasional sejauh ini dinilai tanpa kendala berarti.
Hasilnya, dari total 304 desa dan kelurahan tersebar di 18 kecamatan, kini hanya menyisakan 31 desa yang belum melaksanakan pembangunan gerai karena terkendala ketersediaan lahan.
Baca Juga: Rencana Ekskavasi di Mojokerto Terganjal Lahan Makam
”Dari jumlah itu beberapa sudah ada lahan yang akan dipakai, tiga desa memanfatakan lahan Perhutani saat ini sedang berproses, sedangkan satu lahan lainnya (memanfaatkan) milik Pertani,’’ paparnya.
Selebihnya jika tidak ada lahan yang ideal sesuai ukuran 20 x 30 meter, pihaknya lantas meminta desa menunggu tahap dua yang luasnya dimungkinkan akan menyesuaikan ketersediaan lahan.
’’Karena prinsipnya, setelah KDMP dibangun, pemerintah akan mengoperasionalkan. Setelah itu baru berpikir tahap kedua,’’ tuturnya. (ori/ris)
Editor : Imron Arlado