JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ajang sepak bola terbesar di dunia akan tampil berbeda pada edisi 2026. Piala Dunia FIFA 2026 resmi menghadirkan format baru dengan jumlah peserta yang jauh lebih banyak dibanding edisi sebelumnya.
Jika sebelumnya hanya diikuti 32 negara, kini turnamen akan diikuti 48 tim dari berbagai belahan dunia.
Perubahan besar ini membuat sistem pertandingan ikut berubah. FIFA menetapkan 48 tim akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim.
Dua tim teratas dari setiap grup, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke fase gugur. Dengan format tersebut, babak knockout akan dimulai dari 32 besar.
Tak hanya jumlah peserta, total pertandingan juga meningkat drastis. Dari sebelumnya 64 pertandingan, kini Piala Dunia 2026 akan menghadirkan 104 laga selama turnamen berlangsung.
Durasi kompetisi pun diperkirakan mencapai 39 hari, menjadikannya edisi Piala Dunia terpanjang dan terbesar sepanjang sejarah.
Turnamen ini juga menjadi sejarah baru karena digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebanyak 16 kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menyambut jutaan penggemar sepak bola dari seluruh dunia.
Baca Juga: Pekan Depan Mulai Disidang, Perkara Gugatan Parkir Berlangganan di Kota Mojokerto
Banyak pihak menilai format baru ini memberi peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung dunia.
Negara dari Asia, Afrika, hingga Amerika Utara diprediksi memiliki kesempatan lolos yang lebih besar dibanding era sebelumnya.
Namun di sisi lain, sebagian pengamat juga khawatir jumlah pertandingan yang terlalu banyak dapat membuat jadwal semakin padat dan menguras stamina pemain.
Meski menuai pro dan kontra, antusiasme penggemar sepak bola dunia tetap tinggi.
Kehadiran lebih banyak negara peserta diyakini akan menghadirkan kejutan baru, rivalitas menarik, dan atmosfer kompetisi yang semakin meriah.
Piala Dunia 2026 pun diprediksi menjadi salah satu turnamen olahraga paling spektakuler dalam sejarah sepak bola modern.
CINDY
Editor : Imron Arlado