JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pembatasan penggunaan handphone di sekolah kini ramai menjadi perbincangan masyarakat. Sejumlah daerah di Indonesia kini mulai menerapkan aturan yang membatasi penggunaan handphone di sekolah. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan suasana belajar yang lebih kondusif dan mendisiplinkan siswa.
Belakangan ini, berbagai unggahan di Tiktok, Instagram, hingga X membahas aturan baru terkait pembatasan penggunaan handphone di sekolah. Banyak warganet menyoroti kebijakan tersebut karena dianggap akan mengubah kebiasaan siswa.
Beberapa pemerintah daerah dan dinas pendidikan mulai menerapkan aturan pembatasan handphone selama jam pelajaran berlangsung. Ada sebagian sekolah yang meminta siswa menonaktifkan handphone, ada pula yang mengharuskan handphone dikumpulkan.
Pihak pendidikan menilai pembatasan penggunaan handphone yang tidak terkontrol membuat siswa sulit untuk konsentrasi saat belajar. Banyak pelajar dinilai lebih sibuk dengan media sosialnya dan tidak memperhatikan pembelajaran di kelas.
Baca Juga: BERITA FOTO: Eksplorasi Sumber Daya Alam di Sungai Pikatan Mojokerto
Selain itu pembatasan handphone juga dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari media sosial terhadap anak-anak dan remaja. Pemerintah menilai penggunaan digital yang berlebihan bisa memicu kecanduan, cyberbullying, hingga menurunnya interaksi sosial antar siswa.
Di Jawa Timur sendiri, kebijakan ini sempat menjadi perhatian publik setelah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyampaikan rencana penerapan aturan tersebut pada 2026. Kebijakan itu disebut sebagai langkah untuk meningkatkan fokus siswa dalam belajar.
Meski demikian, aturan ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat, sebagian orang tua mendukung karena dinilai dapat membantu anak lebih disiplin dan tidak terlalu bergantung dengan handphone.
Sejumlah sekolah akhirnya memilih menerapkan aturan, siswa masih diperbolehkan membawa handphone, tetapi penggunaannya hanya diizinkan untuk kebutuhan pembelajaran atau situasi tertentu dengan pengawasan guru. Dengan cara ini, teknologi tetap bisa dimanfaatkan tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
TISA
Editor : Imron Arlado